Wanita Blora sosialisasikan bahaya narkoba kepada pelajar

Kamis, 21 Maret 2019 19:43 WIB

Sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang, juga bahayanya penyakit menular seksual di SMA Negeri 2 Cepu, Kamis (21/3/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Blora yang dikoordinatori oleh Tim Penggerak PKK pada hari Kamis (21/3/2019) melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba dan penyakit menular seksual (PMS) kepada kalangan pelajar. Dalam sosialisasi dan penyuluhan ini, GOW menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB).

Bertempat di SMA Negeri 2 Cepu, acara diikuti oleh ratusan siswa siswi. Mereka semua diberikan pemahaman tentang pergaulan yang sehat agar tidak terjerumus pada penggunaan narkoba dan pergaulan bebas, yang bisa merusak masa depan.

Dalam acara tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Dra. Hj. Umi Kulsum Djoko Nugroho yang diwakili oleh Tuti Sri Ely Riyanto selaku Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Blora menyampaikan bahwa sosialisasi dan penyuluhan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Kartini ke 140 tahun 2019.

“Kondisi pergaulan remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga kami merasa perlu untuk memberikan sosialisasi, dan penyuluhan agar kualitas generasi muda kita tidak rusak akibat pengaruh narkoba dan seks bebas,” ujar Tuti Sri Ely Riyanto.

Pihaknya lantas menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diperoleh dalam rakor Tim Penggerak PKK di tingkat Jawa Tengah beberapa waktu lalu diperoleh informasi yang cukup mengagetkan. Yakni pergaulan pelajar di Jawa Tengah sudah masuk kategori memprihatinkan.

“Tujuh puluh persen pelajar di Jawa Tengah sudah berpacaran dan sebagian besar mereka berani berpegangan tangan hingga berciuman. Parahnya, tiga persen melakukan hubungan seks sebelum menikah. Inilah yang mengundang keprihatinan kita bersama. Jangan sampai pelajar Kabupaten Blora seperti itu,” lanjut Tuti Sri Ely Riyanto.

Tuti lantas meminta kepada seluruh pelajar yang hadir untuk menghindari pergaulan seperti itu dengan cara mempertebal keimanan dan ketaqwaan sesuai ajaran agama masing-masing.

“Adik-adik harus pintar memilih teman, selain itu rajinlah beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar tidak mudah digoda pergaulan yang negatif,” ungkapnya.

Masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Blora juga menjadi bahasan dalam penyuluhan ini. Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora mengajak seluruh pelajar untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Jika terpaksa tidak bisa kuliah, jangan langsung menikah muda. Perempuan idealnya menikah setelah berumur 20 tahun. Setelah lulus SMA jika tidak kuliah, kami minta mengisi waktu dengan mengikuti beragam kursus keahlian sebagai bekal berwirausaha. BLK Blora siap memberikan pelatihan ketrampilan untuk adik-adik,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dindalduk KB Kabupaten Blora, Drs. Heru Eko Wiyono M.Si dalam arahannya meminta agar para pelajar ikut aktif dalam berorganisasi baik di sekolah maupun masyarakat.

“Anak yang terkena narkoba biasanya diawali dengan salah pergaulan, akibat kurangnya aktifitas yang positif. Jangan sampai kalian semua mencoba coba narkoba, karena sangat merugikan baik dari segi kesehatan maupun pergaulan sosial,” tandasnya.

Menurutnya, sebagai orang tua harus ikut berperan aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya.

“Jangan biarkan anak-anak kita merokok, karena rokok itu salah satu pintu gerbang menuju narkoba,” tegasnya.

Menurutnya pelajar merupakan kalangan yang paling rentan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu penyuluhan tentang bahaya narkoba paling tepat diberikan kepada kalangan pelajar.

Sementara itu, Anisa, salah satu pelajar SMAN 2 Cepu merasa senang bisa mengikuti kegiatan penyuluhan ini.

“Saya jadi banyak tahu apa yang harus dilakukan agar jauh dari pengaruh narkoba, dan seks bebas yang bisa mengakibatkan banyak hal buruk. Terimakasih atas pengetahuan yang diberikan, akan saya jadikan bekal kedepannya,” ucapnya singkat.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan IIDI Kabupaten Blora, Persit Kartika Candra Kirana, dan Bhayangkari Polres Blora. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)