Pemkab Blora bantu Madrasah Diniyah 373 unit komputer

Kamis, 27 Juni 2019 18:20 WIB

Wakil Bupati H. Arief Rohman, M.Si memberikan pengarahannya saat menyerahkan bantuan komputer kepada madrasah-madrasah diniyah se-Kabupaten Blora, Kamis (27/6/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Pemerintah Kabupaten Blora menyalurkan bantuan 373 unit komputer kepada Madrasah Diniyah se-Kabupaten Blora. Bantuan ini, Kamis (27/6/2019), diserahkan Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M.Si secara simbolis kepada perwakilan masing-masing madrasah, disaksikan kepala sekolah dan gurunya.

Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M.Si didampingi Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora, M. Fatah mengatakan, bantuan ini berasal dari dana APBD Kabupaten Blora.

Dalam arahannya, Wakil Bupati H. Arief Rohman, M.Si menjelaskan bahwa bantuan komputer ini nanti ditujukan agar dapat meningkatkan kinerja para guru di setiap Madrasah Diniyah, karena dewasa ini kebutuhan akan komputer sangatlah diperlukan.

“Terima kasih kepada seluruh guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Blora atas dedikasinya bagi pendidikan agama di Kabupaten Blora. Mari bersama majukan Blora,” ucap Arief Rohman.

“Guru adalah amanah, dan amanah ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk mengabdi kepada masyarakat demi kemaslahatan umat,” pesan Arief Rohman.

Lebih lanjut, di hadapan 500 hadirin, Wakil Bupati mengutarakan impiannya bahwa ke depan, tiap guru Madrasah Diniyah diusahakan akan dapat memperoleh program Jaminan Kesehatan bagi para guru beserta keluarganya. Hal ini sontak mendapat tepuk tangan dari audiens.

Selain itu, ia juga mengaku sedang memikirkan bagaimana caranya agar guru-guru Madrasah Diniyah yang potensial dapat memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana.

“Hal ini penting karena untuk dapat melahirkan anak-anak didik yang berkualitas, tentu kita harus menciptakan guru-guru berkualitas terlebih dahulu,” pungkas Wakil Bupati.

Kepala Kemenag Blora, M. Fatah, meminta kepada seluruh Madrasah Diniyah di Kabupaten Blora untuk dapat memperbaharui data guru Madrasah Diniyah, karena saat ini belum semua guru terdata di dalam database Kemenag.

“Ini tentu menjadi kerugian bagi mereka yang belum terdata, karena hal ini berkaitan dengan penyaluran insentif bagi mereka,” ujar M. Fatah.

Pada acara yang digelar di Gedung Serba Guna NU ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Pakta Iintegritas 1 Dasawarsa Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Berkhidmah Untuk Madrasah Diniyah. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)