Bupati mengajak pencegahan pernikahan dini

Rabu, 13 Februari 2019 21:20 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho saat membuka orientasi program kependudukan, Rabu (13/2/2019). Mengajak para tokoh masyarakat dan agama untuk sama-sama mencegah adanya pernikahan dini.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho mengajak masyarakat, utamanya tokoh-tokohnya dan juga pemuka agama untuk bersama-sama mencegah adanya pernikahan dini. Ajakan ini bukan tanpa alasan. Bupati menyebut angka perceraian yang masih tinggi di Kabupaten Blora salah satu penyebabnya adalah pernikahan dini yang kurang merencanakan masa depan.

"Tantangan hidup kedepan semakin berat, selain kuantitas, juga di perlukan kualitas yang baik dan ini diperlukan dari keluarga yang kita rencanakan. Semua harus bisa berperan dalam pencegahan pernikahan dini," kata Bupati saat membuka Orientasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Blora digelar di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu (13/2/2019).

"Tingginya perceraian yang terjadi di pengaruhi oleh faktor ekonomi, oleh karena itu, saya berharap masyarakat bisa merencanakan pernikahannya sebaik mungkin, agar menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas," urainya kemudian.

Orientasi dihadiri oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah dr. Ratih Dewanti Sari.

Mereka yang turut dalam orientasi ini pengurus pondok pesantren, Ketua PKK Kecamatan, muslimat masing masing kecamatan, pengurus Aisiyah, Forum Antar Umat Beragama Peduli Kependudukan, Koalisi Kependudukan Indonesia, penyuluh KB, dan OPD terkait.

Kepala Dinas Dalduk KB Kabupaten Blora, Winarno dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini mengambil tema Membangun Komitmen Bersama Toga /Toma Dalam Menyukseskan Program KKBPK di Kabupaten Blora.

“Orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang program KKBPK bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat serta kader kader yang ada di Kabupaten Blora,” ucap Winarno.

Tak hanya itu, lanjut Winarno, kegiatan ini juga untuk meningkatkan peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya mengembangkan Program KKBPK di Kabupaten Blora sehingga dapat memberikan dampak- dampak positif.

“Jangan sampai masyarakat tidak tahu tentang Program KKBPK ini, oleh sebab itu kami mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat agar nanti bisa mensosialisasikan di masing masing kalangan masyarakat,” ungkapnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan Orientasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan narasumber dr. Ratih Dewanti Sari dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)