Bupati dan Wakil ikut kirab pusaka

Selasa, 10 Desember 2019 05:30 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho mempersiapkan pusaka-pusaka Kabupaten Blora sebelum dikirab pada Senin malam, 9 Desember 2019.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora Djoko Nugroho dan Wakil Bupati H. Arief Rohman, MSi mengikuti kirab pusaka kabupaten menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-270.

Kirab pusaka berlangsung dari dan kembali ke pendopo rumah dinas bupati Blora setelah menempuh perjalanan keliling kota dengan tidak bersuara (laku tapa bisu), Senin Pon (9/12/2019)

Paraga kirab pusaka mengenakan beskap landung (gaya Surakarta), sedangkan pangombyong kirab menyesuaikan dengan atribut identitas kelompok masing-masing.

Acara diawali dengan penyematan untaian bunga oleh oleh Bupati Blora Djoko Nugroho pada keris pusaka Kyai Bisma dan sejumlah pusaka lainnya yang akan di kirab.

Sambil menanti tepat pukul 00.00 WIB, tradisi yang digelar setiap menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora itu dihibur dengan alunan gending yang diiring dengan gamelan Jawa oleh sekelompok seniman cokekan.

Kemudian ketika waktu sudah menunjukkan sebagaiama yang telah direncanakan, prosesi ritual dilaksanakan dengan dimulai lantuan tembang Jawa.

Kemudian penyerahan keris pusaka Kyai Bisma oleh Bupati Djoko Nugroho kepada Sekda Blora Komang Gede Irawadi selaku yang membawa pusaka.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Slamet Pamuji menjelaskan urutan peserta kirab pusaka yakni Paraga Kirab terdiri unit mobil Satlantas Polres Blora, Pembawa Obor, Cucuk lampah, Pusaka Kyai Bisma yang dibawa Sekda Blora Komang Gede Irawadi, Pusaka/piandel Blora lainnya yang dibawa oleh Paraga dari Pandemen Tosan Aji Toya Padasan, Obor Tengah dan Obor Belakang oleh petugas.

Kemudian Pangombyong Kirab Pusaka terdiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Blora, Camat Se- Blora, Kepala Kelurahan se Kecamatan Blora, Kadang Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK) Blora, Permadani, Paguyuban Warga Masyarakat Sedulur Sikep.

Rute Kirab Pusaka, Start dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, pintu gerbang ke kanan, Jalan RA Kartini - Jalan Dr. Sutomo - Jalan Gunung Sumbing - Jalan Pemuda - Jalan Arumdalu - Jalan Kolonel Sunandar - Jalan Nusantara - Jalan KH. Ahmad Dahlan - Jalan Abu Umar - Pendopo Kabupaten Blora melewati pintu samping.

"Kirab ini mejadi tradisi melekat peringatan Hari Jadi Blora, yang bisas disebut temu gelang. Artinya memutar dan kembali lagi bertemu di pendopo rumah dinas bupati Blora," jelasnya.

Menurutnya, ada ketentuan yang harus ditaati oleh peserta kirab pusaka, yakni dilarang berbicara selama perjalanan sesuai rute yang ditentukan.

“Selama perjalanan tidak boleh bicara dan harus khidmat dengan memanjatkan doa kepada Tuhan agar Kabupaten Blora serta warga masayarakat diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana,” ujarnya.

Dikatakannya, sebelum di kirab, aneka jenis pusaka yang menjadi inventaris Pemkab Blora terlebih dulu dijamas (dicuci).

“Untuk kirab budaya dilaksanakan Rabu, 11 Desember bertepatan Hari Jadi Kabupaten Blora,” katanya.

Selain pusaka keris Kyai Bisma, pusaka lainnya milik Kabupaten yang dikirab yaitu pusaka Kyai Segoro Madu, Kyai Cengkrong, Kyai Kolo Wijan, Kyai Sengkelat, Kyai Kantar, Kyai Kebo Lajur, Kyai Tombak Kecipir, Kyai Tombak Biring Lanang, Kyai Tombak Kudup Melati.

Sebagian warga Blora turut menyaksikan dan membuat dokumentasi di sepanjang rute yang dilalui kirab pusaka.

Ini momentum budaya yang bagus dan perlu dilestarikan, sekaligus tirakatan memohon keselamatan kepada Tuhan,” kata Rahmat Widodo, salah seorang warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora.

Sementara pengamanan ketat dilakukan oleh Satlantas Polres Blora dan Sat Pol PP di sepanjang titik rute yang dilalui. ***