Bupati Blora masuk nominasi penerima tanda kehormatan dari Presiden RI

Kamis, 02 Mei 2019 19:55 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho memberikan kenang-kenangan kepada Laksma TNI Imam Suprayitno, SE, M.Tr (Han), Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

BLORA (wartablora.com)—Dinilai berhasil melaksanakan program KB dan peningkatan kesejahteraan keluarga, Bupati Blora, Djoko Nugroho tahun 2019 ini masuk nominasi penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan Bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari Presiden Republik Indonesia.

Kamis pagi (2/5/2019) tim penilai Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan Bidang KKBPK dari pusat datang ke Blora untuk melakukan peninjauan lapangan. Dengan dipimpin Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Laksma TNI Imam Suprayitno, SE, M.Tr (Han), tim penilai yang beranggotakan 7 orang diterima langsung oleh Bupati Djoko Nugroho di Pendopo Rumah Dinas nya.

Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran Forkopimda beserta istri, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Kepala OPD terkait, perwakilan organisasi wanita se Kabupaten Blora, dan Duta Genre Kabupaten Blora.

Di depan tim penilai, Bupati Djoko Nugroho dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Blora dan memaparkan beberapa capaian program pembangunan bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

“Selamat datang di Blora. Saya tidak menyangka akan lolos menjadi nominasi tanda kehormatan ini. Memang Blora sudah banyak melaksanakan berbagai inovasi untuk menyukseskan KB, Administrasi Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika memang nanti dapat penghargaan, ini adalah bonus untuk kita semua. Bukan untuk Bupati saja,” ucap Bupati.

Dalam paparannya, Bupati menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan KB sendiri di Blora telah naik signifikan melalui program Kampung KB yang terus terbentuk di desa-desa se Kabupaten Blora.

“Berawal dari percontohan satu desa per kecamatan, kini sudah 50 persen dari jumlah desa se Kabupaten Blora telah memiliki Kampung KB sendiri-sendiri. Dimana dalam Kampung KB ini, angka masyarakat yang telah mengikuti KB sudah tinggi. Target kita tahun depan semua desa di Kabupaten Blora sudah punya Kampung KB semuanya. Sampai akhir 2018 kemarin prosentase warga yang ikut KB sudah mencapai 78,92 %,” ucap Bupati.

Tidak hanya kampung KB saja, untuk menekan angka pernikahan dini, menurut Bupati saat ini Kabupaten Blora juga sedang gencar membentuk PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) di desa-desa. Tujuannya agar para remaja tidak salah pergaulan dan tidak menikah dini. Seperti PIK-R di Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken yang memiliki slogan “Isih Bocah, Ojo Gawe Bocah”.

Selain itu, Blora dalam beberapa tahun terakhir juga melaksanakan pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat. Kemudian di bidang Kependudukan, menurut Bupati, Blora juga sukses melaksanakan inovasi berupa program Selintas. Kepanjangan dari Sehari
Yakni setiap ibu yang melahirkan anaknya di Puskesmas dan Rumah Sakit bisa langsung diuruskan akta kelahiran anaknya sekaligus perubahan KK secara gratis karena sudah terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dengan syarat orang tua sudah menyiapkan nama anaknya.

“Posyandu kita, Posyandu Margo Makmur I Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken tahun lalu juga telah meraih predikat pelaksana terbaik tingkat Nasional. Kemudian tahun ini Blora juga menjadi yang terbaik pelaksana Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) tingkat Jawa Tengah yang diwakili oleh Desa Gotputuk Kecamatan Ngawen, dan nanti akan maju ke Nasional,” terang Bupati.

Tidak hanya itu, sejumlah inovasi lainnya juga disampaikan Bupati, mulai pendampingan ibu hamil, Pendidikan Anak Usia Dini, Posyandu, hingga Manula dan pemberdayaan masyarakat.

Setelah mendengarkan paparan Bupati, Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Laksma TNI Imam Suprayitno, SE, M.Tr (Han) pun menyampaikan apresiasinya atas seluruh capaian yang telah diraih Kabupaten Blora.

“Dari apa yang disampaikan Bapak Bupati tadi, memang semua capaiannya sudah di atas rata-rata nasional. Dengan begini kita bisa tahu langsung kondisi yang ada di lapangan. Kami datang ke Blora memang untuk mencocokkan kebenaran data yang telah dikirim ke pusat. Oleh sebab itu, setelah paparan ini kami akan meninjau langsung ke masyarakat,” ungkap Laksma TNI Imam Suprayitno, SE, M.Tr (Han).

Dalam kegiatan tersebut, juga ditampilkan komunitas PIK-R Konseda dari SMK Negeri 2 Blora guna menghibur tim penilai dengan nyanyian lagu-lagu daerah yang telah digubah liriknya dengan program-program konseling remaja.

Usai penerimaan dan paparan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, tim beserta rombongan bertolak ke Posyandu Margo Makmur I Desa Jiworejo, Kecamatan Jiken dan Puskesmas Jiken untuk meninjau langsung pelaksanaan pembangunan bidang KKBPK.

Disana, tim penilai dan rombongan Bupati disambut Camat Jiken, Kepala Desa Jiworejo, Kepala Puskesmas Jiken dan pengurus Posyandu masing-masing beserta anggotanya. Tim penilai berkeliling melihat kegiatan masyarakat, PAUD yang terintegrasi dengan Posyandu, PIK-R dan lainnya. Hingga pelaksanakan KB di Puskesmas Jiken.

“Semuanya sudah bagus, dan ternyata memang sesuai dengan data administrasi yang dikirimkan ke pusat. Semoga hasil yang kita dapatkan kali ini bisa membuat Kabupaten Blora unggul dan mengantarkan Bapak Bupati menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan KKBPK dari Presiden. Ini baru tahapan awal, nanti akan dilanjutkan penilaian tahap lainnya,” terang Laksma TNI Imam Suprayitno.

Adapun tim penilai sendiri terdiri dari Kasubbag Administrasi Dewan GTK dan Penganugerahan, Andi Supriadi, SAP; Kasubdit Hubungan dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota, Drs. Suminto, MM; Pemelihara Dokumen Hubungan Antar Lembaga, Ngadi; Kabid Advokasi, Pergerakan dan Informasi Perwakilan BKKBN Jateng, Rustamadi SH, MM; Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Jateng, Nasri Yatiningsih, SE, MM; dan Analis Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Jateng, Mona Ranisatuhu, S.Ikom.

Usai melakukan peninjauan lapangan di Kabupaten Blora, tim penilai bertolak ke Surakarta (Solo-red) untuk melakukan penilaian di Karanganyar dan Sukoharjo. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)