Bupati Kokok: Guru adalah pendidik, bukan politikus

Sabtu, 18 Januari 2020 15:26 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho memberikan pengarahan di konferensi XXII PGRI Kabupaten Blora di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kelurahan Kauman, Sabtu (18/1/2020).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho yang akrab disapa Bupati Kokok menegaskan jika tanggung jawab guru adalah sebagai pendidik, bukan berperan sebagai politisi. Penegasan ini disampaikan saat memberikan 4 arahan di Konferensi XXII PGRI Kabupaten Blora di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kelurahan Kauman, Sabtu (18/1/2020).

"Empat arahan yang saya tegaskan adalah: pertama menggunakan cara-cara baru dalam proses belajar-mengajar; kedua memahami latar belakang sejarah bangsa; ketiga saat ini Pemerintah sedang mencari formula yang tepat untuk sistem pendidikan Indonesia; dan keempat menyampaikan bahwa para guru adalah pendidik, bukan politikus," ujarnya saat memberikan pengarahan.

Dirinya merasa perlu menyampaikan keempat hal tersebut karena ia ingin ada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Blora. Karena menurutnya, konferensi ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengevaluasi, memperbaiki dan membangun PGRI, organisasinya guru-guru se Indonesia.

“Saat ini eranya sudah berubah. Mayoritas dari kita lahir di era orde baru, sedangkan anak-anak didik kita lahir di era milenial. Maka dari itu, kita perlu menggunakan cara baru agar ilmu pengetahuan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak,” tegasnya.

“Yang ke dua adalah kita semua harus memahami bahwa latar belakang sejarah bangsa kita berbeda dengan bangsa lain. Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Selama itu pula kita dibodohi. Itulah sebabnya diperlukan waktu yang panjang untuk merubah pola pikir kita,” lanjut mantan Dandim Rembang ini.

Bupati Djoko Nugroho juga mengingatkan kepada jajaran pengajar untuk tidak melibatkan diri dalam politik praktis.

“Berikutnya. Saat ini Pemerintah sedang mencari formula yang tepat untuk sistem Pendidikan Indonesia. Dan yang terakhir adalah, panjenengan semua ini adalah guru, tenaga pendidik. Bukan politikus!” tegasnya.

Bupati menekankan empat poin tersebut untuk dapat menghasilkan generasi penerus yang berkualitas, mengingat dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa, dan kesempatan itu tidak boleh dilewatkan begitu saja.

“Tugas para guru sungguh sangat berat, karena cerah tidaknya masa depan bangsa ini sangat tergantung dari panjenengan semua,” pungkasnya.

Dengan tema “Menjadi Organisasi Profesi yang Kuat dan Bermartabat untuk Menuju Indonesia maju”, konferensi ini dihadiri oleh 90 Pengurus dan 256 Pengurus Ranting. Sebagaimana dikatakan oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum. bahwa ini merupakan sarana evaluasi terhadap kinerja 5 tahun terakhir sekaligus merancang program 5 tahun ke depan, termasuk memilih pengurus-pengurus baru.

“Mari bersama-sama membangun pendidikan di Kabupaten Blora, menciptakan generasi penerus yang berkualitas dunia,” ujar Muhdi.

Konferensi ini juga dihadiri oleh Sekretaris PGRI Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora. (Tim Liputan Protokol & Komunikasi Pimpinan, Setda Blora)