Bupati Blora resmikan kelas industri Toyota di SMK Migas Cepu

Sabtu, 16 Februari 2019 22:11 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho menandatangani prasasti peresmian ruang praktik siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan Teknik Perminyakan di Kampus II SMK Migas Cepu, Sabtu (16/2/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho meresmikan kelas industri Toyota di SMK Migas Cepu, Sabtu (16/2/2019), di Kampus II SMK Migas Cepu. Kelas ini merupakan pengembangan dari salah satu jurusan yang ada di SMK tersebut, yakni jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).

"Saya mengapresiasi pihak Toyota, dalam hal ini PT. Toyota Surya Indah Motor yang telah mempercayai SMK Migas Cepu untuk membuka kelas industri Toyota," ucap Bupati yang akrab disapa Bupati Kokok ini.

Disebutkannya, pembukaan kelas tersebut merupakan salah satu implementasi dari program nawacita yang diusung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Ini adalah implementasi dari Inpres sebagai perwujudan nawacita pendidikan, yaitu meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha atau industri dalam wujud kerjasama dengan SMK Migas Cepu," katanya sambil berharap Toyota bisa membuka showroom dan bengkel besar di Blora, khususnya di Cepu.

Dijelaskannya, Nawacita telah menempatkan pendidikan vokasi sebagai prioritas utama pembangunan pendidikan.

"Presiden juga telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia yang menjadi arah pembangunan pendidikan vokasi ke depan," jelasnya.

Bupati Blora H. Djoko Nugroho mengunjungi salah satu stan jurusan dalam pameran pendidikan yang digelar usai peresmian kelas industri Toyota. 

Dalam kesempatan tersebut Bupati menandatangani prasasti peresmian ruang praktik siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan Teknik Perminyakan di Kampus II SMK Migas Cepu.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten akan berusaha membantu semaksimal mungkin demi majunya pendidikan di SMK yang ada di Kabupaten Blora.

"Kami akan melakukan penghapusan kendaraan yang sudah masuk masanya sesuai dengan aturan yang ada sehingga tidak perlu lelang untuk kemudian diberikan kepada SMK-SMK yang mebutuhkan guna penyediaan alat praktik yang baik terutama untuk jurusan mesin dan otomotif," katanya.

Selain Bupati, hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Prov Jateng yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi Sekolah Menengah Kejuruan Kustri Saptono, S.Si, M.Pd, Forkopimcam, Perwakilan SMK Se- Kabupaten Blora, wali murid serta undangan lain.

Peresmian atau launching diawali dengan penandatanganan MoU antara SMK Migas Cepu dengan PT. Toyota Surya Indah Motor disaksikan oleh Bupati Djoko Nugroho. Dilanjutakan launcing yang ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Bupati.

Usai launching dan peresmian ruang praktik, Bupati dan seluruh tamu undangan berkesempatan melihat pameran pendidikan yang ada di lingkungan sekolah dan meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Acara diakhiri dengan ramah tamah bersama.

Bupati Blora H. Djoko Nugroho menyempatkan berdialog dengan penjaga stan pameran pendidikan di persemian kelas industri Toyota SMK Migas Cepu.

Sementara itu Kepala SMK Migas Cepu, Ir. Kris Budiyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa launching Kelas Industri Toyota ini merupakan pengembangan dari Kelas Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).

"Saat ini SMK Migas memiliki 7 jurasan yaitu : Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik (ITL); Teknik Permesinan (PEM); Teknik Elektronika Industri (EKI); Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO); Teknik Pemboran Migas (BOR); Teknik Produksi Migas (PRD); Teknik Pengolahan Migas & Petrokimia (PMP), sedangkan kelas industri Toyota adalah pengembangan dari kelas TKRO," urainya.

Dalam kesempatan yang sama Kustri Saptono, S.Si, M.Pd menjelaskan bahwa selain demografi, kepemilikan alat praktek yang tidak sebanding dengan perkembangan jaman merupakan isu nasional mengenai Sekolah Kejuruan yang perlu segera dicari solusinya.

“Kebanyak sekolah kejuruan, alat praktiknya buatan abad 19, gurunya abad 20, sedangkan muridnya dipersiapkan untuk abad 21. Harus terus ada penyesuaian atau upgrade fasilitas agar tidak ketinggalan,” ungkapnya. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)