Sekda Blora perintahkan anak buahnya jadi agen sosialisasi sensus online

Selasa, 25 Februari 2020 21:39 WIB

Jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora berfoto bersama usai mengikuti sosialisasi sensus online, Selasa (25/2/2020).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi memerintah anak buahnya di jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Blora dan seluruh aparat sipil di jajaran Pemerintahan Kabupaten Blora agar menjadi agen sosialisasi sensus online yang diselenggarakan tahun ini. Perintah ini disampaikan Sekda saat digelarnya acara sosialisasi sensus online oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora di Setdakab Blora, Selasa (25/2/2020).

“Kemarin sudah kita umumkan kepada seluruh ASN di lingkup Setda untuk menyiapkan data NIK, KK dan akta nikah. Pagi ini tadi kita coba sensus online bersama. Langkahnya cukup mudah dengan membuka situs www.sensus.bps.go.id dan mengikuti petunjuk yang ada. Kami minta para ASN bisa sosialisasi dan mengajarkannya ke masyarakat di sekitar tempat tinggalnya,” ujar Sekda yang langsung mencoba sensus online dengan menggunakan hp android yang dimilikinya. Tidak butuh waktu lama, tahapan sensus online bisa dilakukan dengan lancar.

Menurut Sekda, data yang dihasilkan dalam SP 2020 ini akan menjadi dasar arahan  pembangunan baik pembangunan nasional maupun daerah. Sehingga pihaknya meminta semua pihak bisa turut serta menyukseskannya.

Sementara Heru Prasetyo, Kepala BPS Kabupaten Bloramenyampaikan bahwa SP 2020 kali ini beda dengan SP 2010. Yang mana khusus di SP 2020 ini dilaksanakan dua tahapan yakni sensus online dan sensus wawancara manual.

“Pada SP 2020 ini ada sensus secara online yang dimulai sejak 15 Februari lalu hingga akhir Maret mendatang di situs BPS. Bisa dibuka langsung melalui aplikasi google crome, ms.firefox, atau sejenisnya yang ada di hp android. Kami minta seluruh ASN bisa melakukannya,” ucap Heru Prasetyo.

Menurut Heru, data yang harus disiapkan adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), serta akta nikah. Setelah sensus online 15 Februari – 31 Maret, bagi masyarakat yang belum tercatat akan dilakukan sensus wawancara di bulan Juni. Yang mana petugas sensus akan datang door to door ke rumah.

“SP 2020 ini tidak hanya menjadi tugas BPS semata, namun tugas bersama dengan seluruh masyarakat. Dukungan masyarakat sangat kita butuhkan untuk benar-benar mendapatkan data yang akurat. Ayo bantu kami mencatat Indonesia, menuju satu data kependudukan Indonesia,” lanjut Heru Prasetyo. (Tim Liputan Prokompim Blora)