Pemkab Blora jajaki kerja sama dengan Kabupaten Buleleng

Sabtu, 02 Maret 2019 20:59 WIB

Wakil Bupati Blora Arief Rohman memberikan sambutannya sebelum membuka rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan pemerintah kabupaten Blora yang diselenggarakan di kota Buleleng, Bali, Sabtu (2/3/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Tekad Pemerintah Kabupaten Blora untuk memperbaiki layanan kesehatan, serta pengembangan sektor pariwisata terus dilakukan. Tidak hanya memperbaiki dari sisi internal saja, Pemkab Blora juga belajar keluar daerah dengan memilih salah satu Kabupaten yang dinilai telah berhasil membangun pelayanan kesehatan dan pariwisata yang bagus.

“Kali ini kita memilih Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali yang memiliki karakteristik hampir sama dengan Blora. Kabupaten yang berada di pesisir utara Pulau Bali ini jauh dari ibukota provinsi (Denpasar-red), sama seperti Blora. Buleleng juga memiliki hutan yang luas dan jumlah penduduk yang hampir sama dengan Blora. Hebatnya, Buleleng telah berhasil membangun fasilitas kesehatan dengan baik, dan memiliki PAD yang besar dari pariwisata. Kita ingin agar Blora bisa belajar dari Buleleng,” ucap Wakil Bupati di sela kunjungannya ke Buleleng, Sabtu (2/3/2019).

Setibanya di Buleleng pada Sabtu dini hari kemarin, Wakil Bupati dengan didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, Kepala Bappeda Ir. Samsul Arief dan beberapa Kepala OPD terkait diundang langsung oleh Pemkab Buleleng untuk menghadiri acara Peresmian Rumah Sakit BaliMed pukul 09.00 WIB, yang letaknya tidak jauh dari Kantor Bupati setempat.

Dalam acara ini, jajaran Pemkab Blora yang dipimpin Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si diterima dengan baik oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST dan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Kedua pihak saling berdiskusi tentang pembangunan fasilitas kesehatan yang baik, di sela pelaksanaan peresmian RS BaliMed.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST menyampaikan bahwa dalam membangun fasilitas kesehatan baik rumah sakit maupun Puskesmas harus mempertimbangkan jumlah penduduk seluruh Kabupaten.

“Jumlah penduduknya berapa, rata-rata penduduk yang sakit setiap bulan berapa ini harus disurvey dan dihitung berapa prosentasinya. Sehingga kita bisa memprediksi kebutuhan kamar pasien di seluruh rumah sakit. Jangan sampai kita kekurangan kamar sehingga banyak pasien yang tidak terlayani. Idealnya satu banding seribu. Jika penduduknya 800 ribu, maka di Kabupaten itu harus ada 800 kamar pasien, tersebar di beberapa rumah sakit,” ucap Putu Agus Suradnyana, ST.

Menurutnya ketersediaan kamar ini sangat penting. Pemkab harus bisa memberikan kepastian pelayanan dari segi fasilitas yang baik, selain tenaga kesehatannya.

“Perbanyak dokter spesialis, dukung mereka dengan alat-alat kesehatan yang canggih. Maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan semakin baik. Tugas kita sebagai Pemerintah hanya menyiapkan fasilitas dan alat kesehatan yang bagus saja. Jika semuanya bagus, pasti para dokter semangat bekerja dan tulus melayani,” lanjut Bupati Buleleng.

Usai peresmian yang dilakukan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan bunga, Wakil Bupati Blora dan rombongan diajak langsung untuk berkeliling melihat sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di RS BaliMed dari mulai lantai dasar hingga lantai ketiga.

“Kami terkesan dengan fasilitas kamar pasiennya. Mulai dari kamar pasien Kelas III, Kelas II, hingga kamar Kelas I semuanya ber-AC dan memiliki Standart Operasional Prosedur (SOP) yang baik. Ini nanti akan coba kita pelajari agar kedepan Blora secara bertahap bisa meniru,” ucap Wakil Bupati, H.Arief Rohman, M.Si.

Saat berkeliling di dalam RS BaliMed, Sekda dan Kepala Bappeda, bersama seluruh rombongan OPD dari Kabupaten Blora juga ikut melihat beragam fasilitas kesehatan yang ada. Bahkan Sekda dan Kepala Bappeda sempat mengabadikan beberapa fasilitas kesehatan yang ada dengan kamera sellularnya.

“Selama ini kita akui bahwa Blora belum sampai menghitung rata rata kebutuhan kamar pasien berdasarkan jumlah penduduk seperti yang disampaikan oleh Bupati Buleleng. Ini akan kita coba petakan di Blora sehingga tidak ada lagi kejadian kekurangan kamar,” ungkap Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si yang kebetulan kelahiran Buleleng juga.

Setelah menghadiri peresmian RS BaliMed, Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si melanjutkan agenda kerjanya dengan membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Kabupaten Blora bersama seluruh OPD di Hotel Aneka Lovina yang juga dihadiri Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Buleleng, Desak Putu Rupadi, SE sebagai salah satu pembicara.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa proses pembangunan di Kabupaten Blora tahun 2019 ini harus segera dilakukan mengingat sudah memasuki bulan Maret. Khusus pembangunan kesehatan dan pariwisata, pihaknya meminta agar bisa belajar dengan Buleleng.

“Kami mewakili Bapak Bupati Djoko Nugroho meminta agar seluruh OPD bisa segera memulai proses pembangunan. Kita bisa belajar dari Buleleng ini, dengan karakteristik yang hampir sama dengan Blora, Kabupaten yang beribukota di Singaraja ini bisa tampil dengan pembangunan yang baik,” ujar Wakil Bupati.

Setelah Rakor POK, Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si lanjut bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, MM. Wakil Bupati diajak Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng berkeliling melihat hasil pembangunan pariwisata di wilayahnya yang dikerjasamakan dengan pihak swasta dan pemberdayaan masyarakat desa. Seperti Krisna Funtastic Land, Water Sport, Eco Village hingga dermaga Pelabuhan Soenda Ketjil.

“Tugas Dinas Pariwisata itu adalah mencari investor agar mau membangun sektor pariwisata dengan potensi yang dimiliki daerah, lantas mempromosikannya. Buatlah buku saku yang berisi tentang potensi wisata daerah lengkap dengan maps lokasinya, kalau istilah saat ini dilengkapi dengan barcode maps sehingga akan mudah dijangkau cukup dengan smartphone,” terang Ir. Nyoman Sutrisna, MM yang sudah tiga tahun menjadi Kepala Dinas Pariwisata Buleleng.

Tidak hanya buku saku saja, menurutnya Dinas Pariwisata juga harus aktif melakukan promosi Daya Tarik Wisata (DTW) dengan membuat video-video pendek yang menarik untuk di upload ke media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Youtube.

“Kasih keterangan atau caption yang menarik. Ceritakan asal usul sejarah terkait DTW tersebut, sehingga membuat orang tertarik untuk berkunjung. Lalu gandeng link internasional untuk menguploadnya, mengingat mereka punya banyak kolega dan followers,” lanjut Ir. Nyoman Sutrisna, MM.

Mendengar penjelasan panjang lebar dari Ir. Nyoman Sutrisna, MM, Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si pun tertarik untuk melakukan beberapa terobosan agar DTW di Kabupaten Blora bisa terbangun dengan baik dan terpromosikan dengan maksimal.

“Pak Nyoman Sutrisna ini ternyata istrinya asli Jepon Blora. Nanti kita akan undang beliau datang ke Blora untuk memberikan pengarahan kepada seluruh pelaku wisata yang ada, termasuk para ahli sejarah dan seni budaya, itung-itung sekaligus beliau jenguk mertua. Ilmu beliau selama di Buleleng harus bisa kita tiru untuk diterapkan di Blora. Alhamdulillah Pak Nyoman Sutrisna bersedia,” kata Wakil Bupati.

Dengan adanya kunjungan sehari di Kabupaten Buleleng ini, Wakil Bupati H.Arief Rohman, M.Si menyampaikan bahwa Pemkab Blora akan mencoba melakukan penjajakan kerjasama bidang Kesehatan dan Pengembangan Pariwisata dengan Pemkab Buleleng.

“Kita sudah siap menjalin MoU dengan Pemkab Banyuwangi, namun waktunya sedang diatur. Kali ini juga kita jajaki kerjasama dengan Buleleng. Semoga nanti hasilnya bisa bermanfaat untuk pembangunan Kabupaten Blora,” pungkas Wakil Bupati mengakhiri kunjungan kerja hingga sore. (Tim Berita Humas Protokol Setda Kabupaten Blora)