Musrenbang RKPD, Bupati sampaikan prioritas pembangunan 2020

Senin, 25 Maret 2019 19:53 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho di depan layar slide mengetengahkan 5 prioritas pembangunan yang akan dikerjakan di tahun 2020.

BLORA (wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho menyampaikan 5 prioritas pembangunan yang akan dikerjakan tahun 2020 di musyawarah perencanaan pembangunan yang menyusun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) di Cepu, Senin (25/3/2019). Lima prioritas tersebut antara lain: pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM dan kualitas hidup, peningkatan iklim investasi yang kondusif, pemerataan infrastruktur berwawasan lingkungan, dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. 

Bupati dalam kesempatan musyawarah tersebut juga menyampaikan tema besar pelaksanaan Musrenbang RKPD 2020 yang akan dijabarkan dalam beberapa program prioritas. Yakni: Meningkatkan Iklim Investasi dan Berusaha yang kondusif dengan memanfaatkan potensi daerah, didukung pemerataan infrastruktur wilayah yang berwawasan lingkungan.

“Dari tema besar itu, maka kita jabarkan kepada lima prioritas pembangunan RKPD 2020. Yang pertama adalah pengentasan kemiskinan, kedua peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan kualitas hidup, ketiga peningkatan iklim investasi dan berusaha, keempat pemerataan infrastruktur yang berwawasan lingkungan, dan kelima peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan,” ucap Bupati.

“Untuk pengentasan kemiskinan, kami telah memetakan enam desa termiskin prioritas satu dan enam desa termiskin prioritas kedua. Sedangkan secara total dari 295 Desa/Kelurahan se Kabupaten Blora, ada 46 desa yang masih masuk zona merah. Ini yang akan kita arahkan untuk dikroyok bersama sehingga kemiskinan bisa segera turun,” lanjut Bupati.

Menurut Bupati, adanya bantuan bedah rumah sebanyak 850 unit dari pemerintah akan diberikan untuk desa-desa miskin yang telah dipetakan. Tidak dibagi rata untuk semua desa se-Kabupaten Blora.

“Saya akan sampaikan ke Pak Gubernur agar bantuan bedah rumah tidak layak huninya dipusatkan ke desa-desa miskin. Sehingga nanti hasil penurunan kemiskinannya akan kelihatan, ketimbang dibagi rata sekabupaten,” ujar Bupati.

Sedangkan di bidang investasi, Bupati ingin ada investor pabrik pakan ternak karena potensi jagung di Kabupaten Blora sangat besar, terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Grobogan. Di samping itu, Bupati yang akrab disapa Pak Kokok ini ingin industri kayu jati bisa berkembang dengan adanya pabrik pengolahan kayu.

“Tuhan memberikan hutan di wilayah Blora ini tujuannya ya untuk warga Blora, bagaimana caranya agar kayu yang tumbuh di alam Blora bisa dinikmati warganya. Saya minta Pak Administratur Perhutani jangan mempersulit perajin kayu kita yang ingin membeli kayu untuk keperluan usahanya,” tegas Bupati.

Khusus untuk infrastruktur, pemerataan pembangunan jalan kabupaten menurutnya akan terus dilanjutkan. Bupati juga meminta agar seluruh Camat dan Kades yang wilayahnya ada di jalur Blora-Rembang atau Blora-Cepu bisa memanfaatkan potensi jalan nasional yang kini sedang dilebarkan, dengan membangun sentra sentra ekonomi baru.

“Adanya jalan nasional Rembang-Blora-Cepu yang kini mulai ramai dan sedang dilebarkan akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Baca potensi itu,” terang Bupati.

Sepakat dengan komitmen Bupati untuk pemerataan infrastruktur jalan, HM Dasum selaku Ketua DPC PDIP Kabupaten Blora yang ikut hadir dalam forum Musrenbang itu mengusulkan agar tahun 2020 nanti jalan tembus Kedungtuban menuju Sambong dan Jepon bisa diperbaiki.

“Untuk memangkas jarak tempuh dari Kedungtuban menuju Blora, tanpa melalui Cepu. Sebaiknya jalan Kedungtuban melalui Galuk tembus Temengeng-Sambong serta Blungun Jepon juga diperbaiki,” kata Dasum.

Bupati Djoko Nugroho pun menerima usulan itu dan meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk menganggarkannya di tahun 2020.

Dalam kesempatan itu, Bupati bersama Wakil Bupati dan Kepala Bappeda juga memberikan penghargaan kepada tiga OPD yang tahun lalu telah melakukan perencanaan program kerja terbaik se Kabupaten Blora. Juara satu Badan Kepegawaian Daerah, juara dua Kecamatan Jepon, dan juara tiga Satpol PP.

Kepala Bappeda Blora, Ir. Samsul Arief menyampaikan, setelah dibuka Bupati pada hari pertama, Musrenbang akan berlanjut hingga hari kedua pada Selasa (26/3/2019).

“Hari kedua besok akan berlanjut untuk musyawarah berupa sidang kelompok berdasarkan masing-masing asisten sekda, baik bidang Pemerintahan dan Kesra, Ekonomi Pembangunan , serta Administraasi, guna mematangkan prioritas pembangunan yang akan dituangkan dalam RKPD 2020,” terang Ir. Samsul Arief.

Selain dari kalangan pemerintahan, forum Musrenbang ini juga dihadiri oleh anggota DPRD, partai politik, LSM, organisasi masyarakat, tokoh agama, perwakilan difabel, kalangan akademisi, pengusaha, BUMN, BUMD, perbankan, instansi vertikal yang ada di Kabupaten Blora serta awak media. (Tim Berita Humas Protokol Setda Kabupaten Blora)