Kepada Pemrov Jateng, Bupati Blora usul pembangunan infrastruktur

Selasa, 10 Maret 2020 20:34 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho menyampaikan usulan-usulan untuk pembangunan di Kabupaten Blora kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan wilayah tingkat eks Karesidenan Pati, Selasa (10/3/2020).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho kembali mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Blora bagian selatan untuk dapat mengakses jalan tol. Usulan ini disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) tingkat eks Karesidenan Pati atau kawasan Wanarakuti Banglor di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (10/3/2020).

Menurut Bupati, Blora masih akan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan. Salah satunya adalah rencana pembangunan jalan tembus Blora - Ngawi melalui Randublatung - Getas - Banjarejo (batas Ngawi), guna membuka akses wilayah Blora bagian selatan menuju akses tol Solo - Kertosono.

“Selama ini warga kami yang ada di bagian selatan (Randublatung, Kedungtuban, Kradenan, dan Jati) ketika ingin ke Ngawi selalu berputar lewat Cepu dulu, terlalu jauh. Jika jalan tembus Randublatung ke Ngawi ini bisa dibangun, alangkah senangnya mereka. Akses menuju pintu toll juga semakin dekat,” ucap Bupati.

Dengan begitu jalur transportasi semakin dekat dan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa berkembang lebih cepat.

“Apalagi di wilayah ini banyak menghasilkan komoditas hasil pertanian seperti jagung yang melimpah. Selama ini harganya selalu anjlok karena aksesnya sulit. Sebagian memang sudah kami beton, sisanya kami mohon batuannya Pak Gubernur,” lanjut Bupati.

Dengan adanya pembangunan jalan tembus menuju Ngawi ini, Bupati selanjutnya berharap ada peningkatan status jalan yang tadinya jalan kabupaten menjadi jalan provinsi atau bahkan menjadi jalan nasional. Karena menghubungkan dua kabupaten di dua provinsi yang berbeda.

Selain itu, Pemkab juga merencanakan pembuatan DED dan FS nya di 2021, juga pembangunan Puskesmas serta Pasar, pembangunan menara telekomunikasi dan SPBU, sehingga diharapkan bisa meningkatkan harga produk pertanian.

Adapun daftar rencana pembangunan jalan lainnya yang akan dilaksanakan 2021 dan diharapkan mendapat bantuan dari Pemprov Jateng adalah peningkatan jalan Bogorejo-Jambetelu (batas Tuban Jatim), jalan Kunduran-Doplang, jalan Klopoduwur-Ngliron, jalan Ngliron-Kalisari, jalan Pilang-Mendenrejo.

Selanjutnya adalah jalan strategis kabupaten 2021 yang membutuhkan dana APBD sekitar Rp 150 miliar, yakni kelanjutan peningkatan jalan Blora-Randublatung, jalan Jepon-Karang, jalan Kedungtuban-Galuk, jalan Mendenrejo-Ketuwan, jalan Ngraho-Ketuwan, jalan Banjarejo-Karangtalun, jalan Trembulrejo-Sonokidul, jalan Wulung-Klatak, jalan Seso-Jatirejo, jalan Bangkle-Pelem, dan jalan Karangtalun-Ngawen.

Bupati Djoko Nugroho juga menyampaikan bahwa saat ini di Kabupaten Blora ada beberapa proyek nasional yang butuh dukungan pemerintah daerah. Diantaranya pembangunan Bendung Randugunting di Kecamatan Japah (sedang berjalan).

Kemudian pembangunan double track jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya yang akan melintasi Kabupaten Blora (sedang tahap sosialisasi). Ada juga pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Sungai Bengawan Solo Kecamatan Kradenan. Selanjutnya adalah kelanjutan proyek pembangunan Bandara Ngloram.

“Alhamdulillah tahun 2020 ini Pemkab Bojonegoro akan membantu Blora, membangun jembatan penghubung antara Ngraho menuju Kradenan via Desa Luwihaji ke Desa Medalem. Sehingga kami merencanakan pelebaran jalan Medalem-Menden-Pilang, revitalisasi Pasar Menden, dan pengembangan daya tarik wisata Goa Sentono,” tambah Bupati.

Keberadaan jalan nasional Rembang-Blora-Cepu yang baru tiga tahun berjalan, menurut Bupati juga berhasil mendorong peningkatan ekonomi. Hal ini disikapi Pemkab Blora dengan menyiapkan rencana penyediaan terminal angkutan barang dan penyiapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI).

Gubernur Ganjar Pranowo pun mengapresiasi perencanaan pembangunan yang disampaikan Bupati. Menurut Gubernur, kemiskinan di Blora masih di angka 11 persen sehingga Pemprov Jateng siap untuk membantu agar jumlahnya bisa segera turun.

“Dari 5 Kabupaten di wilayah pengembangan Wanarakuti Banglor, kemiskinannya yang paling tinggi Rembang sekitar 14 persen dan Blora sekitar 11 persen. Lainnya dibawah 10 persen. Maka sudah seharusnya kita memberikan perhatian yang lebih kepada Rembang dan Blora,” ucap Gubernur.

Khusus untuk Blora, Gubernur menyadari bahwa infrastruktur jalan masih menjadi fokus utama. Terlebih separuh wilayahnya berupa hutan.

“Poin poin apa saja yang disampaikan Bupati, akan kita catat. Kita bikin long list agar nantinya bisa dilihat prioritasnya. Terimakasih untuk Blora yang sudah baik, dan responsif terhadap aduan masyarakat. Semoga bisa terus ditingkatkan,” lanjut Gubernur Ganjar Pranowo.

Yang mana berdasarkan paparan yang disampaikan Gubernur, Kabupaten Blora menerima aduan masyarakat paling tinggi dibanding 4 Kabupaten lainnya, yakni 110 aduan. Namun bukan berarti semakin banyak aduan, semakin bermasalah.

“Justru menandakan ada pola komunikasi yang baik. Dari 110 aduan tersebut, semuanya telah terjawab dengan baik. Blora memang medsosnya bagus. Sedangkan kabupaten lainnya ada yang belum terjawab semuanya,” tambah Gubernur.

Gubernur meminta agar arah pembangunan kedepan berorientasi dan berdampak pada wilayah regional, meningkatkan konektifitas anntar wilayah, dan tidak hanya untuk satu kabupaten saja.

“Blora sudah bagus, bisa menjalin komunikasi dengan daerah sekitarnya. Bahkan Kabupaten Bojonegoro informasinya akan membangunkan jembatan Bengawan Solo untuk menghubungkan wilayahnya menuju Blora. Ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi diantara kedua daerah, bagus itu,” pungkas Gubernur. (Tim Liputan Prokompim Setda Blora)