Deklarasi damai Pilkades 2019, Bupati: Ojo sampek padu

Rabu, 24 Juli 2019 18:00 WIB

Bupati Blora H. DJoko Nugroho membacakan isi dari deklarasi damai Pilkades 2019, diikuti seluruh peserta yang hadir di Pendopo Kecamatan Jepon, Rabu (24/7/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho memimpin deklarasi damai dalam pemilihan kepala desa yang serentak dilakukan 241 desa di Kabupaten Blora di 2019. Deklarasi damai yang dicanangkan di Kecamatan Jepon ini menjadi titik awal untuk kecamatan-kecamatan yang lain membuat deklarasi yang sama.

"Jangan sampai padu (bertengkar-red) dengan tetangga dan saudara sendiri gara-gara beda pilihan dan beda dukungan," demikian pesan Bupati dalam deklarasi di Kecamatan Jepon tersebut, Rabu (24/7/2019).

Deklarasi yang diadakan di Pendopo Kantor Camat Jepon tersebut diikuti seluruh calon kepala desa dari 80 desa. Terdiri Kecamatan Blora 16 desa, Kecamatan Jepon 22 desa, Kecamatan Bogorejo 13 desa, Kecamatan Tunjungan 13 desa, dan Kecamatan Banjarejo 16 desa.

"Pada dasarnya seluruh pemilihan itu ada yang menang dan ada yang kalah, semuanya harus siap menang dan siap kalah. Pileg dan Pilpres di Blora berjalan lancar, maka selanjutnya Pilkades serentak juga harus bisa lancar, aman dan kondusif," lanjut Bupati.

Terdapat 6 poin dalam deklarasi yang dibacakan Bupati, diikuti pengucapannya oleh para peserta yang hadir.

Pertama, para calon Kades sepakat bersama sama akan mematuhi dan melaksanakan setiap tahapan Pilkades secara Damai, Sopan, Bermartabat dan penuh tanggung jawab demi terselenggaranya Pilkades serentak 2019 secara demokratis yang lebih baik bagi masyarakat.

Kedua, para calon Kades bersedia mematuhi dan melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan etika dan moralitas selama pelaksanaan Pilkades serentak 2019. 

Ketiga, para calon Kades sepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif selama dalam pelaksanaan Pilkades serentak 2019.

Keempat, para calon Kades bertekad untuk siap menang dan siap kalah dalam gelaran Pilkades serentak 2019.

Kelima, para calon Kades tidak akan melakukan pelanggaran hukum baik pidana maupun perdata dalam kampanye ataupun tahapan Pilkades lainnya.

Keenam, para calon Kades dan para pendukung tidak akan berbuat anarkis dan senantiasa menjaga kondusifitas selama pelaksanaan Pilkades serentak 2019.

Usai pengucapan Deklarasi, dilanjutkan penandatanganan naskah Deklarasi oleh perwakilan calon Kades, diketahui Bupati Djoko Nugroho, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi SE, dan Kapolres Blora AKBP Antonius Anang SIK.

Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang menyampaikan bahwa pihaknya siap mengawal kesuksesan pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Blora Tahun 2019 ini.

“Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Blora yang diikuti 241 desa ini merupakan yang terbesar di Jawa Tengah. Kami bersama seluruh jajaran TNI, baik Bhabinkamtibmas maupun Babinsa siap mengawal kesuksesan Pilkades Serentak. Bahkan kita jalin koordinasi dengan Polres wilayah tetangga untuk memabtu pengamanan di desa perbatasan jika terdapat potensi gangguan keamanan,” terang Kapolres.

Terpisah, Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Hariyanto SIP,M.Si menyatakan bahwa setelah Deklarasi Damai dilaksanakan di tingkat eks Kawedanan Blora, besok pada hari Kamis (25/7/2019) akan diselenggarakan Deklarasi Damai serupa di tingkat eks Kawedanan Cepu yang akan dilaksanakan di Pendopo Kantor Camat Kedungtuban. 

“Untuk hari Jumat (26/7/2019) dijadwalkan Deklarasi Damai tingkat eks Kawedanan Ngawen di Pendopo Kantor Camat Ngawen, dan terakhir Deklarasi Damai tingkat eks Kawedanan Randublatung di Pendopo Kantor Camat Randublatung pada hari Senin (29/7/2019) mendatang,” kata Hariyanto SIP, M.Si. 

Dengan adanya Deklarasi Damai Pilkades serentak 2019 ini, pihaknya berharap pelaksanaan Pilkades serentak 2019 pada tanggal 4 Agustus mendatang bisa berjalan lancar, aman dan damai, serta menghasilkan Kades yang berkualitas sesuai harapan masyarakat. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora)