Wabup Blora minta Dinkes kawal pengobatan anak penderita tumor

Rabu, 20 Maret 2019 20:37 WIB

Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman mengunjungi bocah belasan tahun penderita tumor di Dukuh Bendo Genen, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Rabu (20/3/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Blora untuk mengawasl pengobatan Ahmad Romadhon, 14 tahun. Ahmad, putera pasangan Agus Tanto dan Siti Solikhah menderita penyakit tumor sejak kecil di sepanjang lengan tangannya.

"Nanti pengobatannya dikawal Dinas Kesehatan saja ke Solo, diantar pakai ambulance biar lebih mudah akomodasinya. Untuk dana pengobatannya nanti biar dibuatkan BPJS PBI yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu," kata H. Arief Rohman saat menjenguk langsung Ahmad Romadhon di rumahnya yang beralamat di RT 07 RW 02 Dukuh Bendo Genen, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Rabu (20/3/2019).

Wakil Bupati meminta agar Kades Sendangwungu segera membuat surat pengajuan pembuatan BPJS PBI ke Dinsos P3A sehingga prosesnya bisa cepat dilakukan. Selain itu Baznas juga diminta untuk memberikan bantuan.

“Pak Kades tolong hari ini suratnya segera dibuat, nanti saya hubungkan dengan Kepala Dinsos P3A agar besok jenengan bisa diterima di kantornya. Kita usulkan juga agar keluarga Pak Agus Tanto ini bisa masuk daftar penerima bantuan PKH (program keluarga harapan) dan BPNT ( bantuan pangan non tunai). Kita kawal bersama,” lanjut Wakil Bupati.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga memberikan santunan untuk meringankan beban keluarga Agus Tanto. Beberapa donatur juga datang memberikan bantuan.

Di depan Wakil Bupati, Siti Solikhah sang ibu menerangkan bahwa penyakit yang diderita anaknya ini mulai muncul sejak bayi, ketika berusia sembilan bulan.

“Saat usianya masih sembilan bulan, muncul satu benjolan di lengan kirinya. Namun lama kelamaan membesar dari pangkal lengan hingga ujung jari. Setelah diperiksakan ternyata tumor,” ucap Siti Solikhah.

Hingga kini, menurutnya proses pengobatan juga telah ditempuh. Namun karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu, membuat pengobatan tidak bisa dilakukan secara rutin. Bapaknya berprofesi sebagai penjaga sekolah SD dan saat ini menjadi buruh tani.

“Sudah pernah dikemo, dan dioperasi hingga enam kali. Yang terakhir pada bulan November lalu di Rumah Sakit Muwardi Solo. Harusnya setiap bulan kontrol, tapi kami tidak mampu untuk biaya berobat dan akomodasi ke Solo secara rutin. Biasanya naik bus ke Solo,” lanjut Siti Solikhah.

Selain menderita tumor, Siti juga mengungkapkan jika anak laki-laki nya itu juga mengidap penyakit ayan atau epilepsi yang sewaktu-waktu kambuh jika terlambat minum obat. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)