Tambah 2 positif Covid-19

Jumat, 01 Mei 2020 18:59 WIB

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora ini menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan terkini, Jumat (1/5/2020), di Media Center GTPP Covid-19 Pemkab Blora.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Hingga awal Mei ini temuan kasus positif terinfeksi virus covid-19 di Kabupaten Blora berjumlah 3 orang. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 1 di minggu kedua April setelah hasil tes PCR (polymerase chain reaction)—yakni pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

“Semalam kami telah menerima surat dari laboratorium PCR UNS Surakarta. Hasilnya ada penambahan positif Covid-19 secara laboratoirum PCR. Satu di wilayah Kecamatan Blora Kota, dan yang kedua di wilayah Kecamatan Cepu,” kata juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora ini, Jumat (1/5/2020), di Media Center GTPP Covid-19 Pemkab Blora.

Temuan kasus ini salah satunya merupakan tenaga medis yang pernah mengalami kontak dengan pasien positif corona yang meninggal pada 9 April 2020 silam.

"Setelah kita tracing, walaupun rapid-test-nya negatif, setelah swab-test (PCR) ternyata positif," keterangan Lilik.

Satu lainnya dikatakan Lilik, warga Desa Kentong yang hasil swab-nya juga positif. “Selanjutnya kasus ketiga adalah di Cepu yang dari Jakarta, warga Desa Kentong yang ternyata semalam hasil swab-nya keluar positif. Jadi Blora total ada 3 kasus, satu meninggal, dan dua masih dalam perawatan yang kini sedang diisolasi,” tambahnya.

Proses isolasi ini menurutnya terus dilakukan sampai hasil swab test selanjutnya menunjukkan hasil yang negatif selama dua kali berturut-turut untuk dinyatakan sembuh.

Kemudian, menurutnya tadi pagi ada satu PDP yang meninggal dari Desa Singget Kecamatan Jati.

“Satu PDP warga Singget Kecamatan Jati ini meninggal ketika dirawat di RSUD Purwodadi. PDP ini sudah di swab-test dua kali namun hasilnya belum keluar, semoga nantinya tidak positif,” kata Lilik Hernanto.

Sedangkan untuk Rapid-Test positif yang tadinya berjumlah 13 orang, saat ini menurutnya tinggal 12 karena yang satu dari Kentong Cepu sudah menjadi positif Covid-19.

“Dari 12 reaktif rapid-test itu, 8 diantaranya dari kluster Temboro Magetan dan sedang menjalani pengambilan swab-test. Kita berdoa semoga hasilnya tidak positif. Untuk dari Temboro Magetan ini yang sudah datang di Blora kita lakukan rapid-test sebanyak 130 dan 8 diantaranya reaktif,” lanjut Lilik Hernanto.

Sejumlah 8 rapid-test positif dari Temboro Magetan ini menurut Lilik Hernanto akan dilakukan isolasi di Klinik Bakti Padma direncanakan mulai besok Senin agar bisa diawasi dengan baik.

Pihaknya meminta masyarakat tetap waspada dan jangan takut berlebihan. Karena jika takut berlebihan bisa menurunkan daya tahan tubuh (imunitas).

“Masyarakat tidak perlu menstigma korban atau keluarganya. Mereka bukan penjahat, mereka juga korban, ini bukan aib. Itu bisa menimpa kita semua, kita tidak boleh mendiskriminasi mereka. Tetap laksanakan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah,” pungkasnya.

Sedangkan PDP hingga kini jumlahnya 9 yang masih pengawasan, ODP sebanyak 91 yang masih pemantauan, adapun OTG ada 131 orang. Untuk jumlah pemudik hingga Kamis malam (30/4/2020) pukul 21.00 WIB sejumlah 28.274 jiwa. (Tim Liputan Prokompim Blora)