Soal stunting, Bupati perintahkan untuk ubah mindset masyarakat

Rabu, 12 Februari 2020 20:42 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho memberikan arahannya di rapat koordinasi konvergensi stuntung di Ruang Rertemuan Setda Blora, Rabu (12/2/2020).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora bersama jajaran di bawahnya untuk mengubah pola pikir masyarakat soal stunting. Bupati Blora ini menemukan adanya pola pikir masyarakat sebagai penyebab stunting.

 “Penyebab utama dari stunting adalah mindset, pola pikir yang sudah tertanam sejak lama bahwa sesuatu yang salah itu benar. Itu perlu kerja keras kita untuk menanganinya,” tegas Bupati Blora saat memberikan arahannya dalam rapat koordinasi konvergensi stunting di Ruang Rertemuan Setda Blora, Rabu (12/2/2020). Rapat diikuti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, para camat, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Blora.

Menurut Bupati, penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang, dimana generasi muda perlu diedukasi dan dijaga perkembangannya sejak dini. Bupati juga berharap untuk dinas terkait untuk mengecek KPM yang beredar.

Bupati juga mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan pengembangan lokus stunting, sehingga orientasi pencegahan stunting bisa semakin baik dan fokus.

Bupati berharap semua stakeholder yang ada bisa fokus untuk pencegahan stunting. Tidak hanya Dinas Kesehatan saja, namun juga stakeholder yang lainnya.

“Saya berharap semua stakeholder yang ada bisa mengeroyok dari segala lini untuk pencegahan stunting ini, jangan sampai menjadi bencana kemanusiaan,” lanjut Bupati.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini di Blora terdapat 10 desa lokus stunting usia 0 - 23 bulan berdasarkan prioritas pusat (TNP2K).

Sedangkan Pemkab Blora sendiri menurut Lilik telah menetapkan lokus stunting dikembangkan menjadi 39 desa di 2018, dimana hingga akhir 2019 kemarin tinggal 26 desa.

Rakor dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber baik dari Dinas Kesehatan maupun dari Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Dakhlan Choerun, S.KM, M.Km. (Tim Liputan Prokompim)