Pemkab siapkan Klinik Bakti Padma untuk karantina

Sabtu, 28 Maret 2020 19:13 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho meninjau kesiapan Klinik Bakti Padma di Jalan Raya Blora-Randublatung KM. 4, Desa Klopoduwur yang direncanakan untuk mengkarantina pasien corona di Kabupaten Blora.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Pemerintah Kabupaten Blora menyiapkan Klinik Bakti Padma yang berada di Jln. Blora-Randublatung KM. 4 ,Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo sebagai tempat untuk karantina dan observasi ODP (Orang Dalam Pemantauan) virus corona. Kesiapannya mulai dilakukan sekitar dua hari, dan Sabtu (28/3/2020) dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho di ruang pertemuan RM Bamboe Sanjaya yang tidak jauh dari Klinik Bakti Padma. Setidaknya ada sekitar 30 orang yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Terdiri dari unsur Forkopimcam Banjarejo, Kepala Desa Klopoduwur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RW, Ketua RT se Desa Klopoduwur dan tokoh masyarakat setempat. Sebelum memasuki tempat sosialisasi, semuanya diperiksa suhu tubuhnya dengan thermogun, cuci tangan pakai sabun dan diberikan masker.

Tempat duduknya pun diatur sedemikian rupa dengan jarak rata rata satu meter tiap peserta. Sehingga selama mengikuti sosialisasi dari Bupati, tidak ada peserta yang berdempetan sesuai anjuran pemerintah tentang physical distancing. Peserta sosialisasi juga menerima pembagian hand sanitizer.

“Sosialisasi ini sebagai bentuk pengarahan dan memohon izin kepada masyarakat sekitar agar ikut mendukung kesiapan Klinik Bakti Padma untuk karantina pasien ODP Covid-19. Yang utama tetap rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, sedangkan klinik ini hanya untuk antisipasi atau jaga-jaga jika semuanya sudah tidak bisa menampung. Semoga saja Blora tetap aman,” ucap Bupati.

Selanjutnya, Bupati juga menyampaikan jika klinik ini nanti dipakai maka tidak ada keluarga atau siapapun yang boleh menengok atau besuk. Yang boleh masuk hanya petugas atau tenaga medis sebagai bentuk antisipasi pencegahan virus jika pasien benar-benar positif.

“Data pasien juga akan kita buka jelas, tujuannya agar masyarakat tahu dan siapapun yang pernah kontak fisik dengan pasien bisa segera memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas, Klinik atau Rumah Sakit terdekat,” tambah Bupati.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes ketika ditemui di Klinik Bakti Padma, Jumat (27/3/2020) kemarin, juga menyampaikan bahwa klinik ini disiapkan untuk langkah antisipasi.

“RSUD Blora dan Cepu masing-masing menyiapkan 5 ruang karantina dan isolasi. Sedangkan rumah sakit swasta hanya mampu menyediakan 2 sampai 3 unit saja. Sehingga Pemkab merasa perlu menyiapkan alternatif lain untuk antisipasi membludaknya pasien. Klinik ini bisa menampung hingga 30 pasien. Pengennya ya Blora tetap aman sehingga tidak ada yang menempati klinik ini,” terang Lilik Hernanto. (Tim Liputan Prokompim Setda Blora)