Klinik Bakti Padma mulai digunakan

Senin, 04 Mei 2020 20:56 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho memberikan keterangan pers di hadapan wartawan terkait perkembangan penyebaran virus corona di Kabupaten Blora, Senin (4/5/2020).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Sejumlah 13 orang pasien corona dikarantina di Klinik Bakti Padma mulai Senin, 4 Mei 2020. Sejumlah ini sebelumnya telah dinyatakan positif dari hasil tes cepat (rapid-test).

“Yang positif rapid-test mulai hari ini akan kita kumpulkan di Klinik Bakti Padma agar pengawasannya lebih mudah dan terpusat sambil menunggu hasil swab-test nya. Kami minta agar para Camat dan Kades bisa memberikan pemahaman kepada orangtua dan keluarga pasien agar memahami kondisi ini demi keselamatan bersama,” kata Bupati Blora H. Djoko Nugroho dalam keterangan pers di hadapan wartawan terkait perkembangan penyebaran virus corona di Kabupaten Blora, Senin (4/5/2020).

Bupati khawatir, jika yang positif rapid-test ini dibiarkan isolasi diri di rumah, dikhawatirkan sulit diawasi dan memungkinkan penularan kepada para orangtua, kakek, dan neneknya yang imunitas tubuhnya tidak sebagus anak muda.

“Selama menjalani isolasi di Klinik Bakti Padma, semuanya dibiayai oleh pemerintah. Sehingga keluarga tidak perlu memikirkan biaya pengobatan dan perawatannya. Tolong ini juga disampaikan ke keluarganya,” tambah Bupati.

Berdasarkan data yang terangkum dari Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, ketigabelas pasien positif rapid-test ini berasal dari Kecamatan Blora Kota 3 orang, Kecamatan Ngawen 3 orang, Kecamatan Kunduran 3 orang, Kecamatan Kradenan 2 orang, Kecamatan Cepu 1 orang dan Kecamatan Jepon 1 orang.

Sedangkan Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG menambahkan bahwa saat ini sudah ada dua pasien positif rapid test dari Kunduran yang telah menempati Klinik Bakti Padma.

“Sudah ada dua yang masuk di Klinik Bakti Padma, selebihnya masih proses. Semoga keluarga bersedia, sehingga semuanya bisa dikarantina bersama untuk mencegah penularan. Adapun di RSUD Blora saat ini masih merawat satu orang PDP,” kata dr. Nugroho.

Total PDP yang masih dalam pengawasan hingga hari ini ada 10 orang, ODP ada 77 orang, OTG 144 orang, dan jumlah pemudik hingga semalam mencapai 28.937 jiwa tersebar di seluruh Kecamatan.

Pihaknya meminta agar seluruh pendatang bisa lapor ke desa setempat dan melaksanakan isolasi diri secara mandiri. Serta terus meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, tetap di rumah, jika keluar pakai masker, jaga jarak, dan selalu cici tangan pakai air mengalir. (Tim Liputan Prokompim Blora)