Dinkes lacak kasus Singget

Minggu, 03 Mei 2020 19:43 WIB

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto SKM, M.Kes memberikan keterangan pers di hadapan wartawan terkait perkembangan penyebaran virus corona di Kabupaten Blora, Minggu (3/5/2020).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Dinas kesehatan Kabupaten Blora akan melakukan pelacakan (bahasa medisnya: tracing) di Desa Singget, Kecamatan Jati, tempat temuan kasus terakhir positif corona yang meninggal. Pelacakan diperlukan untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas.

“Dari kasus pertama (meninggal dari Kunden) kita dapatkan 4 orang rapid test positif, kita tunggu hasil swab nya. Sedangkan kasus meninggal kedua (kasus keempat) yang dari Desa Singget setelah ditracking ada sekitar 25 orang yang pernah kontak dengan korban, ini secepatnya akan kita rapid test. Semoga tidak ada penularan, baik dari keluarga maupun tenaga medis Puskesmas,” ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto SKM, M.Kes saat memberikan keterangan pers di hadapan wartawan terkait perkembangan penyebaran virus corona di Kabupaten Blora, Minggu (3/5/2020).

Menurutnya, kasus keempat atau kasus meninggal kedua ini sebelumnya dirawat dan meninggal di RSUD Purwodadi. Korban merupakan warga asli Desa Singget (bukan pendatang). Dirinya menyampaikan bahwa korban mempunyai penyakit pengorbit yakni radang paru-paru.

“Sedangkan dua kasus lainnya, yakni kasus kedua dan kasus ketiga masih menjalani perawatan dan proses isolasi. Untuk kasus kedua yang tenaga medis RSUD Blora saat ini masih menjalani isolasi diri mandiri di rumahnya karena kondisinya baik (tidak ada pengorbit), semoga sudah menuju kesembuhan,” tambah Lilik Hernanto.

Menurutnya untuk kasus ketiga yang di Desa Kentong, Kecamatan Cepu saat ini sudah dipindahkan untuk isolasi di RSUD Cepu.

“Pasien positif dari Kentong masuk ruang isolasi RSUD Cepu lagi atas pertimbangan dari pihak desa, keluarga dan masyarakat sekitar. Semoga hasil swab selanjutnya nanti bisa negatif. Jika sudah negatif dua kali berturut turut maka baru bisa dipastikan sembuh,” sambung Lilik Hernanto.

Untuk 12 orang positif rapid-test, menurutnya akan mulai dikarantina di Klinik Bakti Padma yang sudah disiapkan khusus sebagai lokasi isolasi. Klinik ini akan digunakan khususnya untuk rapid test positif yang dari kluster Temboro Magetan, yakni ada 8 orang.

“Rencananya mulai besok Senin kedelapan orang yang positif rapid-test dari kluster Temboro Magetan akan kita bawa ke Klinik Bakti Padma,” pungkasnya.

Sementara data terakhir tercatat, terkonfirmasi positif Covid-19 ada 4, 2 masih dalam perawatan, dan 2 meninggal. Sedangkan untuk positif rapid-test ada 12, PDP yang masih pengawasan ada 10, ODP yang masih pemantauan ada 90, dan OTG masih ada 131. Adapun pemudik hingga semalam sudah mencapai 28.695, ada penambahan 226 jiwa. (Tim Liputan Prokompim Blora)