Blora terima 2 penghargaan dari Menteri Kesehatan

Rabu, 02 Oktober 2019 17:58 WIB

Wakil Bupati H. Arief Rohman mewakili Pemerintah Kabupaten Blora dan masyarakat Blora menerima penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Award 2019.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Kabupaten Blora kembali menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat. Kali ini penghargaan diterima dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan Award 2019.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) kepada Bupati Blora, yang diwakili oleh Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si dalam acara Peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia ke 9, Rabu (2/10/2019) kemarin di Gedung Kemenkes RI, Jakarta.

Dimana berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : KP.04.04/Menkes/559/2019, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menganugerahkan Tanda Penghargaan STBM Berkelanjutan kepada Kabupaten Blora, sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

Kabupaten Blora dinilai telah berhasil melakukan upaya mobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masyarakat di tahun 2019.

Tidak hanya itu saja, di acara yang sama, salah satu sanitarian Kabupaten Blora, Lasminto, S.K.M, yang berasal dari unit kerja Puskesmas Cepu juga menerima penghargaan sebagai Sanitarian atau Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Terbaik Kabupaten ODF 100% tahun 2019 yang diserahkan oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat, dr. Kirana Pritasari, M.QIH.

Atas raihan penghargaan ini, mewakili Bupati Djoko Nugroho, Wakil Bupati H. Arief Rohman, M.Si merasa bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder kesehatan di Kabupaten Blora yang telah bekerja keras mewujudkan Blora yang bebas buang air besar sembarangan atau ODF.

“Alhamdulillah setelah melalui beberapa kali tahapan program dan evaluasi, akhirnya Blora bisa meraih predikat Kabupaten ODF. Ini berkat kerja keras semua pihak. Kami berharap penghargaan Kabupaten ODF ini tidak sekedar label saja, namun benar-benar dipertahankan dan dilanjutkan. Tidak berhenti sampai sini,” ucap Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si ketika dihubungi, Kamis (3/9/2019).

“Ayo kita kerja lebih keras lagi..!! Tujuan utama kita adalah mewujudkan lingkungan yang sehat untuk masyarakat, adapun penghargaan seperti ini merupakan penyemangat kita agar lebih giat lagi,” lanjutnya.

Turut mendampingi Wakil Bupati, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora yang diwakili oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Puji Ariyanto, S.Hut, M.Eng.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, menerangkan jika Pemkab Blora tahun 2018 lalu terus menggenjot upaya menuju Kabupaten ODF.

Salah satunya dengan menyelenggarakan workshop STBM yang dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho, dengan peserta para Camat, Kepala Puskesmas dan para praktisi kesehatan se Kabapaten Blora, di Aula Pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Dilanjutkan dengan Deklarasi Bersama Stop BABS dalam rakor lintas sektoral yang diselenggarakan di Gedung Konco Tani pada bulan Desember 2018.

“Tahun 2018 lalu Kabupaten Blora baru mencapai 94 persen yang sudah ODF. Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh stakeholder, salah satunya dengan jambanisasi, akhirnya kini Blora bisa ODF 100 persen. Ini sangat berdampak positif terhadap kelangsungan kesehatan lingkungan,” ujar Lilik Hernanto, SKM, M.Kes. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora)