Rakor Ekuinda, Pemkab Blora akan adakan pasar murah

Kamis, 09 Mei 2019 19:50 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho memimpin langsung rapat koordinasi untuk mengecek kesiapan Pemerintah Kabupaten Blora melayani warga dalam di bulan puasa dan jelang lebaran.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Blora pada hari Kamis (9/5/2019) menggelar Rapat Koordinasi Ekonomi, Keuangan dan Industri Daerah (Ekuinda). Bertempat di ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora, rakor dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho.

Turut hadir dalam rakor tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, BUMN, BUMD, Perbankan, dan unsur lintas sektoral baik dari TNI, Polri dan Kejaksaan.

Dalam rakor tersebut, Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Ir. Maskur, MM di depan Bupati Djoko Nugroho menyampaikan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran saat minggu pertama Ramadhan ini sedang mengalami tren naik.

“Ada kenaikan namun harga masih terkendali, dalam artian belum melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Jika lebih pun masih bisa ditekan dengan operasi pasar sehingga turun kembali. Kenaikan sifatnya sementara, tidak signifikan,” ucap Ir. Maskur, MM yang juga mantan Kepala Dindagkop UKM ini.

Selanjutnya, agar masyarakat kurang mampu bisa menikmati harga sembako murah saat merayakan lebaran nanti. Pihaknya menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Murah tingkat Kabupaten Blora juga akan dilaksanakan.

“Pasar Murah tingkat Kabupaten rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2019 bertempat di Blok T. Ribuan paket sembako murah akan disediakan untuk masyarakat kurang mampu. Satu paket seharga Rp 62.000,- berisi beras 2,5 kg, minyak 1 liter, gula 1 liter, dan mie instan 5 bungkus, namun paket ini akan dijual ke masyarakat lebih murah. Mohon arahan Bapak Bupati untuk harga jualnya,” ucap Ir. Maskur MM.

Menanggapi pernyataan tersebut, Bupati Djoko Nugroho pun langsung merespon. Bupati ingin agar pasar murah tidak hanya dilaksanakan di tingkat Kabupaten saja namun juga di Kecamatan.

“Yang tingkat Kabupaten jual murah seharga Rp 25 ribu per paket saja. Jangan digratiskan, gratis itu tidak mendidik untuk berusaha. Hasil penjualannya nanti gunakan lagi untuk pengadaan paket sembako murah lagi. Begitu juga di tingkat kecamatan, atur jadwalnya sesuai wilayah masing-masing,” ucap Bupati.

Bupati juga meminta agar kupon pasar murah ini jangan dibagikan kepada kelurahan dan desa saja, namun juga diberikan kepada OPD. Dengan harapan masyarakat kurang mampu yang ada di sekitar OPD bisa mendapatkan kuponnya.

“Kita harus bisa memastikan seluruh kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri nanti bisa tercukupi dan terjangkau. Selain itu kamtibmas juga harus tetap dijaga kondusifitasnya. Alhamdulillah Pemilu kemarin Blora kondusif, kondisi ini saya harap terus ditingkatkan sampai Lebaran nanti,” pungkas Bupati.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Blora AKBP Antonius Anang menyampaikan bahwa pihaknya akan melaksanakan Operasi Ketupat Candi 2019 mulai 29 Mei hingga 13 Juni mendatang. Sebagai bentuk pengamanan perayaan Idul Fitri 1440 serta arus mudik dan balik. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)