Pemkab Blora rintis kerjasama pengembangan TPP

Rabu, 28 Agustus 2019 17:50 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho bersama wakilnya, H. Arief Rohman tengah berdiskusi dengan Direktur PT. KAI Daop 4 Semarang Muhammad Nurul Huda dan Administratur (Adm) Perhutani KPH Cepu, Dadhut Sujanto, di Stasiun Cepu, Rabu (28/8/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Pemerintah Kabupaten Blora saat ini sedang merintis kerjasama pengembangan potensi Transportasi, Perhubungan dan Pariwisata (TPP) bersama PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan Perum Perhutani. Setelah bulan lalu Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si menemui Direktur PT.KAI Daop 4 Semarang di Stasiun Tawang.

Kini sebagai kelanjutannya, Rabu (28/8/2019), Bupati Djoko Nugroho bersama Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si bertemu dengan Direktur PT. KAI Daop 4 Semarang Muhammad Nurul Huda dan Administratur (Adm) Perhutani KPH Cepu, Dadhut Sujanto, di Stasiun Cepu.

Bertempat di Ruang Pertemuan Stasiun Cepu, mereka berdiskusi tentang rencana pengembangan stasiun, pembangunan terminal angkutan kereta barang, penambahan jadwal keberangkatan kereta api, pembangunan taman tematik “Loko Uap” hingga revitalisasi jalur rel wisata Loko Tour Perhutani KPH Cepu.

Dalam kesempatan itu, Direktur PT.KAI Daop 4 Semarang Muhammad Nurul Huda mempresentasikan rencana pengembangan Stasiun Cepu. Diantaranya perluasan dan penataan lokasi parkir inap stasiun, perbaikan peron, dan penambahan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

“Pengembangan stasiun direncanakan mulai tahun 2020, namun jika Pemkab bisa mendukung perizinannya maka bisa kami percepat mulai akhir 2019 ini. Dengan adanya pengembangan stasiun, diharapkan penumpang semakin merasa nyaman bepergian menggunakan kereta api,” ucap Muhammad Nurul Huda.

Tidak hanya pengembangan stasiun penumpang saja, pihaknya juga menyampaikan kemungkinan pembangunan terminal angkutan kereta barang. Pasalnya banyak potensi angkutan barang di Kabupaten Blora dan sekitarnya, seperti jasa pengiriman barang, pengiriman kayu Perhutani, pengiriman produk migas dan Semen Indonesia Rembang.

Sedangkan Adm Perhutani KPH Cepu, Dadhut Sujanto dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa pihaknya ingin ikut mengembangkan potensi daya tarik wisata Loko Tour yang selama ini terkendala rusaknya bantalan jalur rel.

“Sudah banyak bantalan rel loko tour yang aus sehingga tidak kuat menyangga laju kereta. Kalau bisa, kami minta bantuan dari PT KAI guna pengadaan bantalan relnya sehingga potensi wisata loko tour bisa berjalan dengan aman dan nyaman, tidak rawan anjlok,” terangnya.

Menanggapi pernyataan dari Direktur PT KAI Daop 4 Semarang dan Adm Perhutani KPH Cepu, Bupati Djoko Nugroho pun langsung memberikan respon positif.

“Kita sambut baik rencana pengembangan Stasiun Cepu yang akan dilakukan PT.KAI Daop 4 Semarang, berikut potensi pembangunan terminal angkut kereta barangnya. Pemkab Blora akan mendukung penuh, mulai dari perizinan hingga penataan akses jalannya. Kami berharap seluruh aset PT.KAI di Cepu bisa dimaksimalkan,” ucap Bupati.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya sudah setahun lebih minta bantuan loko uap kuno ke PT.KAI yang akan dipasang sebagai salah satu ikon taman tematik di Taman Seribu Lampu. Namun hingga saat ini belum mendapatkan respon.

“Begini saja, kita jalin kerjasama antara Pemkab, PT.KAI dan Perhutani. Pemkab akan membantu semua perizinan dan penataan akses jalan pengembangan Stasiun Cepu, serta pembangunan terminal angkut kereta barang nya PT. KAI. Sedangkan PT. KAI membantu revitalisasi jalur rel wisata loko tour milik Perhutani KPH Cepu. Adapun Perhutani saya minta membantu satu buah loko uap yang sudah tidak bisa beroperasi untuk dipasang sebagai ikon baru di taman tematik, Taman Seribu Lampu,” lanjut Bupati.

Ide Bupati itupun disambut baik oleh Direktur PT.KAI Daop 4 Semarang, M Nurul Huda. Menurutnya bulan depan Direktur Utama PT.KAI (Pusat) akan datang ke Stasiun Cepu, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mematangkan konsep kerjasama sama ini.

“Pertengahan September nanti Pak Dirut PT KAI akan datang ke Cepu. Monggo kita agendakan pertemuan bersama, nanti bisa lebih dimatangkan lagi kerjasamanya. Kalau bisa pimpinan Perhutani juga ikut,” ungkap M Nurul Huda.

“Usul bagus ini, Pak Adm Cepu tolong Kadivre Perhutani Jawa Tengah diundang sekalian untuk bertemu bersama. Kita eksekusi bersama, sama-sama plat merahnya harusnya lebih mudah,” saut Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si menyatakan bahwa pihaknya siap turut mengawal kelancaran rencana kerjasama ini.

“Saat ini kita kawal pembangunan (reaktivasi) Bandara Ngloram oleh Kementerian Perhubungan yang sedang berlangsung di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu. Selanjutnya kita siap mengawal proses pengembangan Stasiun Cepu, pembangunan terminal angkut kereta barang dan revitalisasi jalur rel Loko Tour,” kata Wakil Bupati.

Jika semuanya berjalan lancar, menurut Wakil Bupati, perekonomian Kabupaten Blora bisa meningkat seiring semakin mudahnya akses menuju Kabupaten Blora yang diikuti penataan potensi wisatanya. Untuk diketahui, Jalan Nasional Rembang-Blora-Cepu saat ini juga sedang proses pelebaran yang dilakukan Kementerian PUPR.

Usai berdiskusi di Ruang Pertemuan Stasiun Cepu, rombongan bertolak meninjau eks gudang PT Pupuk Sriwijaya yang akan dijadikan terminal angkut kereta barang, meninjau lokasi taman tematik di Taman Seribu Lampu dan meninjau Depo Loko Tour Perhutani KPH Cepu di Ngelo.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Pratikto Nugroho; Sekretaris Bappeda Blora, Free Bayu Alamanda; Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi; dan Kepala Stasiun Cepu, Fajar Suryana Ari. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Kabupaten Blora)