Giliran Dinas Pendidikan Borong Cabai Petani

Selasa, 22 Januari 2019 17:49 WIB

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Sugiyanto, M.Si didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Endang Rukmiati, S.Pd, M.Pd mengerahkan aparatnya untuk memborong cabai milik petani Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Setelah aparat sipil di Dinas Pertanian dan Sekretariat Daerah (Setda Kabupaten Blora) dikerahkan untuk menyelematkan hasil panen petani cabai, giliran Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mengerahkan aparat sipilnya untuk melakukan aksi yang sama. Jika sebelumnya Dinas Pertanian dan Setda Kabupaten Blora memborong hasil panenan para petani cabai di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora memborong hasil panenan cabai petani di Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan.

Selasa pagi (22/1/2019) sekitar pukul 09:00 WIB, ratusan kilogram cabai merah mulai diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka dari Desa Tambahrejo menuju Dinas Pendidikan yang berada di Jl. Ahmad Yani nomor 42 Karangjati, Blora.

Setibanya di halaman Dinas Pendidikan, para petani dengan didampingi petugas dari Dinas Pertanian langsung menurunkan cabai yang telah dibungkusi dengan kantong plastik, untuk diserahkan kepada ASN.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Sugiyanto, M.Si bersama Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Endang Rukmiati, S.Pd, M.Pd, turun langsung memimpin pembelian cabai petani lokal ini bersama ASN di lingkungan kerjanya. Masing-masing ASN membeli minimal satu bungkus yang terisi 2 kilogram cabai merah.

Endang Rukmiati, S.Pd, M.Pd, selaku koordinator pembelian cabai menyampaikan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk menghubungkan dengan petani cabai. Sedangkan jumlah cabai yang dibeli hari ini sejumlah 3 kuintal atau 300 kilogram.

“Pagi ini tahap pertama diantar sejumlah 200 kilogram yang dibungkusi masing masing dua kilogram, sehingga ada seratus bungkus itu langsung ludes terjual. Siang nanti akan menyusul 100 kilogram atau 50 bungkus lagi. Kemungkinan akan terus bertambah karena masih banyak yang memesan dan kurang, “ ucap Endang Rukmiati, S.Pd, M.Pd.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Sugiyanto, M.Si bersama aparat lain di Dinas Pendidikan Kabupaten Blora berfoto menunjukkan cabai pembelian dari petani Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan.

Untuk harga pembelian, disampaikan olehnya sebesar Rp 14.000,00 per kilogram. Selisih 4 ribuan diatas BEP cabai yang berada di harga Rp 10.000,00, sehingga petani diuntungkan. Sedangkan jika petani jual ke tengkulak hanya laku kisaran harga Rp 8.000,00 hingga Rp 9.000,00, atau mengalami kerugian, tidak menutup biaya produksi.

Drs. Sugiyanto, M.Si, mengatakan pembelian cabai ini merupakan kegiatan awal di lingkup Dinas Pendidikan, pasalnya masih banyak ASN guru dan tenaga kependidikan yang tersebar di masing-masing Kecamatan atau Koordinator Wilayah (Korwil) se Kabupaten Blora.

“Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Bupati untuk menolong petani cabai yang sedang kesusahan menjual hasil panennya karena harga anjlok. Nanti masing-masing korwil akan kami minta ikut melaksanakan pembelian cabai di petani terdekat. Tidak hanya korwil Guru TK/SD, namun juga SMP. Tentunya tetap berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, “ jelas Drs. Sugiyanto, M.Si.

Jika ribuan guru se Kabupaten Blora bisa ikut membeli cabai petani, bukan tidak mungkin kesejahteraan petani meningkat dan bisa mengembalikan harga di atas BEP.

Sukardi, petani cabai dari Desa Tambahrejo, Kecamatan Tunjungan, tepatnya Dukuh Tambak ampel merasa senang dan berterimakasih kepada Dinas Pendidikan yang telah memborong hasil panennya. Ia mengaku saat ini baru panen kedua, yang biasanya bisa panen hingga lebih dari 15 kali petik.

“Terimakasih Pak Bupati dan Dinas Pendidikan, jika masih ada pesanan kami siap mengirimkan kembali. Cabai yang saya tanam ada tiga jenis, yakni varietas Laba, Lajo dan Kiyo,” kata Sukardi. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)