Fakultas Peternakan UGM siapkan program-program untuk sapi Blora

Jumat, 07 Februari 2020 21:56 WIB

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ali Agus, DAA, DEA bersama Kepala Disnakikan Kabupaten Blora, drh. R. Gundala Wijasena menandatangani ota perjanjian kerja sama mereka, disaksikan Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman dan Ketua Komisi B DPRD Blora Yuyus Waluyo.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ali Agus, DAA, DEA, menyatakan kesiapannya untuk bersama-sama merumuskan program-program pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Blora. Pernyataan ini disampaikan Prof. Ali Agus usai menandatangani nota perjanjian kerja sama-nya dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakikan) Kabupaten Blora di Ruang Sidang Besar Gedung H1 lantai 3 Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Jumat siang kemarin (7/2/2020).

“Kami juga sedang mengembangkan sapi GaMa atau singkatan dari Gagah dan Macho yang merupakan hasil perkawinan silangan dari tiga jenis sapi secara bersamaan, yakni sapi Belgian Blue, Wagyu dan Brahman. Mungkin nanti teknologinya bisa kita terapkan di Blora. Kita juga bisa mendirikan Bengkel Sapi, nanti kita bahas lagi lebih spesifik,” terang Prof. Ali Agus yang merupakan putera asli Kabupaten Blora ini.

Ia berujar jika pihaknya ingin mengajak beberapa guru besar yang ada di Fakultas Peternakan UGM untuk berkunjung langsung ke Blora, melihat kondisi lapangan, sehingga bisa merumuskan langkah-langkah konkrit untuk memajukan sektor peternakan di Blora. Bukan hanya sapi, namun juga potensi ternak lainnya seperti kambing dan ayam.

Sementara Kepala Disnakikan Kabupaten Blora, drh. R. Gundala Wijasena menyampaikan kekurangan-kekurangan sapi Blora di hadapan Prof. Ali Agus.

“Jumlah sapi di Blora mencapai 260 ribu ekor, namun sebagai raja kayanya orang desa, kondisi sapi mayoritas masih kurus-kurus. Dulu Gubernur DKI, semasa Ahok sempat datang ke Blora karena tertarik dengan sapi untuk memasok daging ke Jakarta. Namun karena sapinya kurang gemuk, maka niat ini belum terlaksana. Kami ingin agar Fakultas Peternakan UGM bisa membantu kami melalui program-program yang bisa dikerjasamakan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya berharap Fakultas Peternakan UGM bisa membantu upaya pendirian Rumah Potong Hewan (RPH) modern di Kabupaten Blora. Pasalnya hingga kini, Blora yang dikenal sebagai gudangnya sapi belum memiliki RPH yang representatif.

Senada dengan Kepala Disnakikan, Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si juga menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda. Pertama-tama pihaknya berterimakasih kepada Fakultas Peternakan UGM yang bersedia melakukan penandatanganan PKS dengan Blora.

“Sebagai tindak lanjut MoU Bupati Blora dengan Rektor UGM beberapa waktu lalu. Alhamdulillah kita lanjutkan dengan pelaksanaan perjanjian kerjasama antara OPD dengan Fakultas. Yang mana kali ini Disnakikan telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta terkait pengembangan sektor peternakan. Mewakili Bapak Bupati, kami ucapkan terimakasih kepada Dekan Fakultas Peternakan Prof Ali Agus yang juga putra terbaik Blora dari Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo,” kata Wakil Bupati.

“Kita ingin ternak Blora, utamanya sapi bisa meningkat tidak hanya dari kuantitas namun juga kualitas. Benar kata Pak Gundala, jumlah sapi kita mencapai 260 ribu ekor, namun kualitas sapinya belum maksimal, masih banyak yang kurus. Semoga ilmu dan teknologi yang ada di Fakultas Peternakan UGM bisa diterapkan untuk sapi-sapi Blora,” lanjut Wakil Bupati. (Tim Liputan Prokompim Setda Blora)