Bupati meluncurkan posko kekeringan lahan pertanian

Selasa, 23 Juli 2019 22:00 WIB

Bupati Blora H. Djoko Nugroho berfoto bersama usai meluncurkan posko kekeringan lahan pertanian di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Selasa (23/7/2019).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bupati Blora H. Djoko Nugroho meluncurkan posko mitigasi kekeringan pada lahan pertanian, di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Selasa (23/7/2019). Posko ini akan digunakan untuk penanganan mitigasi bencana kekeringan yang kemungkinan melanda Kabupaten Blora dalam beberapa waktu ke depan. 

Bupati Djoko Nugroho dalam sambutannya mengatakan, tahun ini kekeringan yang terjadi di Kabupaten Blora tidak separah tahun tahun sebelumnya. Namun demikian, adanya posko kekeringan pada lahan pertanian ini tentu merupakan hal positif yang perlu di lakukan.

“Selain Posko Kekeringan pada lahan pertanian, juga ada posko air bersih yang dilakukan BPBD. Alhamdulillah, Blora sudah berubah, kekeringan yang terjadi juga tidak separah 2-3 tahun lalu, di sejumlah wilayah masih ada sumber mata air,” kata Bupati. 

Dalam kesempatan ini, Bupati juga meminta, semuanya bisa belajar dan memahami akan prilaku alam yang terjadi saat ini agar bisa di terapkan di pertanian.

“Mungkin saat ini, air masih ada, tahun depan belum tahu, dan saya minta pemahaman ini juga dilakukan dalam pertanian, seperti menanam pada musimnya sehingga tidak terjadi kerugian yang besar,” jelas Bupati.

Bupati juga menjelaskan Kabupaten Blora setiap tahun mampu panen 600 ribu beras kering, dan hanya 24 persen hasil tersebut di konsumsi masyarakat Blora dan selebihnya di jual keluar wilayah Blora, hal ini menandakan Blora disektor pertanian mengalami kemajuan.

“Jika dibandingkan dengan daerah lain, Blora sudah semakin baik, sejumlah embung terbangun, bahkan di sejumlah wilayah juga baru dilakukan pembangunan embung, paling tidak embung tersebut bermanfaat pada sektor pertanian,” tutur Bupati Djoko Nugroho.

 Bupati berharap acara ini nantinya bisa disosialisasikan kepada para petani, sehingga nantinya dalam menanam para petani tidak mengalami kerugian yang cukup besar dan bisa tepat pada musimnya.

“Saya harap usai acara ini nanti, penyuluh-penyuluh bisa mensosialisaikan kepada para petani, baik di seluruh wilayah Kabupaten Blora,” pinta Bupati.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir. Reni Miharti M.Agr.Bus dalam laporannya mengatakan, dalam rangka penanganan mitigasi bencana kekeringan diperlukan posko mitigasi bencana. Selain itu posko ini juga menindaklanjuti rapat di Kementerian Pertanian.

“Launching ini merupakan tindak lanjut rakor mitigasi di Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu, posko ini untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, dan banyaknya kekeringan yang terjadi di wilayah,” ucap Ir. Reni Miharti M.Agr.Bus .

Reni mengatakan berdasarkan hasil identifikasi dan monitoring lapangan, di Kabupaten Blora pada tahun 2019 terdapat potensi kekeringan seluas 2148 hektare, dengan tingkat puso seluas 321 hektare.

“Jumlah tersebut mengalami penurunan jika di banding tahun 2018 dengan kekeringan seluas 3512 hektare dan luasan puso sebesar 561 hektare,” lanjut Reni Miharti.

Meskipun mengalami penurunan, pihaknya tetap mengantisipasi hal tersebut mengingat nantinya akan berdampak pada luas panen dan total produksi di Kabupaten Blora pada tahun 2019 ini.

“Kami akan tetap petakan semua itu, sebab tahun ini luas tanam Kabupaten Blora pada bulan Oktober hingga Juni seluas 103.900 hektare dengan target target, 110.000 hektare,” ungkap Reni Miharti. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora)