Buka akses jalan hutan penghubung desa, Pemkab Blora dan Perhutani jalin kerja sama

Kamis, 26 September 2019 17:00 WIB

Tiga kesatuan pengelolaan hutan yang wilayah kesatuannya meliputi wilayah administratif di Kabupaten Blora menandatangani perjanjian kerja sama untuk membuka akses jalan penghubung antar desa yang menembus hutan. Penandatanganan dilakukan di Ruang Rapat Gedung Samin Surosentiko, Kamis (26/9/2019), disaksikan jajaran Pemerintahan Kabupaten Blora.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Pemerintah Kabupaten Blora terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan antar desa yang terpisah hutan. Percepatan ini ditandai dengan menjalin kerja sama dengan Perhutani yang wilayah pengelolaannya mencakup wilayah administrasi Kabupaten Blora. Ada 3 wilayah pengelolaan hutan ini, yang disebut Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Antara lain: KPH Blora, KPH Cepu, dan KPH Randublatung.

Ketiga KPH ini, Kamis (26/9/2019), menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora untuk membangun jalan hutan yang menghubungkan desa-desa di wilayah administratif Kabupaten Blora.

 “Terimakasih kepada Pak Kadivre Jateng yang telah mendukung terlaksananya perjanjian kerja sama ini. Untuk diketahui hampir separuh dari jumlah desa di Kabupaten Blora berada di kawasan hutan, sehingga mereka sangat bergantung pada akses jalan hutan ini,” kata Bupati Blora H. Djoko Nugroho saat memberikan sambutannya usai penandatanganan kerja sama tersebut.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Endung Trihartaka, dan Perwakilan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Joko Sunarto.

Penandatanganan dilakukan Kepala Adm. Perhutani KPH Blora, Ir. Afwandy; Kepala Adm. Perhutani KPH Cepu, Ir. Dhadut Sujanto; dan Kepala Adm. Perhutani KPH Randublatung, Achmad Basuki, S.Hut, MM.

“Oleh karena itu, atas dasar perjanjian kerja sama ini, kami akan membangun jalan-jalan penghubung desa hutan, akan dicor beton secara bertahap. Saya kadang sampai bingung ketika warga mengeluh jalan jelek. Mereka tahunya jalan ini di Kabupaten Blora, sehingga tanggung jawab Bupati. Padahal jalan hutan ini milik Perhutani. Maka dengan adanya perjanjian ini, sangat penting bagi kami untuk melangkah kedepan,” lanjut Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa usaha untuk mewujudkan perjanjian kerja sama antara Pemkab Blora dengan Perhutani ini sudah lama dilakukan, dan prosesnya hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Rabu (25/9/2019) kemarin, Bupati dengan didampingi Bappeda dan DPUPR juga telah meninjau progres pembangunan jalan hutan di wilayah Blora Selatan. Bupati ingin jalan hutan yang menghubungkan Ngrawoh-Nginggil-Nglebak-Megeri bisa dicor beton.

Kemudian ruas jalan Randublatung-Getas hingga perbatasan Ngawi, jalan Bodeh-Kepoh, jalan Jati-Bangkleyan, dan jalan Gempol-Tlogotuwung. Begitu juga dengan jalan hutan lainnya.

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, Endung Trihartaka, menyambut baik upaya Pemkab Blora untuk membangun akses jalan hutan penghubung antar desa yang melintasi alur kawasan hutan Perhutani.

“Pada prinsipnya Perhutani hanya memiliki kewenangan untuk mengelola hutan, sedangkan izin penggunaan lahan hutan baik jalan maupun pemasangan tiang listrik harus melalui Kementerian LHK. Oleh sebab itu prosesnya kemarin agak panjang. Namun alhamdulillah izin dari Kementerian LHK sudah turun sehingga langsung kami tindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama ini. Agar teknisnya lebih singkat lagi, maka yang teken langsung masing-masing Administratur (Adm) saja,” terang Endung Trihartaka.

Endung juga menyampaikan bahwa hutan jati di Kabupaten Blora merupakan “dodo menthok” (daging empuknya) Perhutani Divre Jateng. Sehingga butuh perlindungan yang ekstra.

“Hutan jati kami tidak ada pagarnya, pagar yang kuat itu ya kesejahteraan masyarakat. Jika masyarakat sejahtera, insyaallah hutannya juga lestari, begitu juga sebaliknya. Kami berharap dengan adanya perjanjian ini, akses masyarakat desa hutan bisa segera terbangun sehingga ekonominya ikut terdongkrak. Kami sangat salut dengan kegigihan Bapak Bupati,” ungkapnya.

Selain kerjasama penggunaan alur hutan untuk jalan dan infrastruktur, pihaknya juga siap melaksanakan kerjasama bidang lainnya yang bisa diusahakan untuk kemajuan bersama. Seperti kerjasama pengembangan potensi wisata yang ada di wilayah hutan, dan sebagainya.

Acara ditutup dengan dialog bersama tentang potensi kawasan hutan di Kabupaten Blora dan foto bersama. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora)