BI Jateng lanjutkan integrasi pertanian cabai dengan peternakan sapi di Blora

Selasa, 07 Juli 2020 21:24 WIB

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Suko Wardoyo menggelar video konferensi dengan Bupati Blora H. Djoko Nugroho, didampingi Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan Ekonomi Suryanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti, dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Gundala Wijasena, Selasa (7/7/2020).

BLORA (mustika.wartablora.com)—Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah berencana melanjutkan kerja samanya dengan Pemerintah Kabupaten Blora dalam mengembangkan integrasi pertanian cabai dengan peternakan sapi. Rencana ini diutarakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Suko Wardoyo saat menggelar video konferensi dengan Bupati Blora dan jajarannya, Selasa (7/7/2020). Rencana lanjutan ini nantinya akan dikembangkan di Desa Palon di Kecamatan jepon.

“Kami ingin kerjasama pengembangan klaster pertanian cabai merah yang terintegrasi dengan peternakan sapi potong di Kabupaten Blora bisa berlanjut dan dikembangkan lebih luas lagi. Sebelumnya kita sudah melakukan pendampingan pada kelompok tani di Desa Purworejo Kecamatan Blora dan Desa Dringo Kecamatan Todanan, kedepan akan kita kembangkan di Desa Palon, Kecamatan Jepon,” jelas Suko Wardoyo dihadapan Bupati Blora H. Djoko Nugroho, Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan Ekonomi Suryanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Reni Miharti, dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Gundala Wijasena.

Menurutnya komoditas cabai merah masih menjadi komoditas yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Blora, terlebih banyak petani cabai di Blora yang belum maksimal dalam mengelola sistem pengelolaan hasil pertanian pasca panen sehingga pihaknya ingin terus melakukan pendampingan melalui salah satu program CSR Bank Indonesia ini.

Tidak hanya pendampingan tentang teknik pertaniannya saja, pihak BI menurut Suko Wardoyo juga akan menggandeng tim ahli untuk pendampingan pengolahan pasca panen sehingga harga komoditas tidak jatuh ketika puncak musim panen. Baik secara kelembagaan seperti pembentukan koperasi, maupun bantuan alat pengeringan cabai untuk diolah menjadi produk UKM lainnya.

Bupati Djoko Nugroho pun menyambut baik rencana perpanjangan kerjasama yang ditawarkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah tersebut. Bahkan Bupati meminta agar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, bersama Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, dan Bagian Tata Pemerintahan Setda Blora untuk segera membuat draf perpanjangan kerjasama ini.

“Alhamdulillah ini signal bagus untuk para petani cabai kita, tolong nanti OPD terkait bisa segera menindaklanjuti persiapannya. Kita akui memang Blora punya potensi besar pada pertanian cabai merah. Sering harganya anjlok saat musim panen, sehingga kita gerakkan seluruh ASN untuk ikut membeli dengan harga pasar agar petani tidak rugi. Dengan adanya kerjasama ini kami berharap nantinya banyak manfaat yang diperoleh para petani cabai,” ucap Bupati.

Bupati ingin agar penandatanganan MoU perpanjangan kerjasama pengembangan klaster pertanian cabai terintegrasi peternakan sapi potong ini dilaksanakan di Semarang. Sekaligus pihaknya ingin bersilahturahmi dengan pimpinan Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah. (Tim Liputan Prokompim Blora)