Berprospek, Jawa Super terus dikembangkan Kemendes PDTT di Blora

Senin, 18 Maret 2019 19:12 WIB

Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman menyalami salah satu peserta dalam pelatihan peternakan ayam Jawa Super di Desa Gadu, Senin (18/3/2019). Prospek ternak ayam Joper cukup menjanjikan.

BLORA (mustika.wartablora.com)—Prospek bisnis pemeliharaan ayam Jawa Super (Joper) menjanjikan. Bisa menjadi pengganti dari ayam Jawa Kampung, pemeliharaan dan pengembangan ayam Joper juga tidak terlalu rumit. Prospek inilah oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta dikembangkan di Kabupaten Blora.

Setelah sukses menggelar pelatihan di tahun 2017 dan 2018, tahun ini balai besar tersebut kembali menggelar pelatihan di Kabupaten Blora. Jika di tahun 2017 pelatihan diperuntukkan bagi warga di 3 desa di Kecamatan Banjarejo, dan di tahun 2018 pelatihan diperuntukkan warga di 10 kecamatan di Blora, tahun ini pelatihan diperuntukkan buat warga di 3 desa di Kecamatan Sambong.

Pelatihan ini digelar di Balaidesa Gadu, Senin (18/3/2019). Puluhan warga dari Desa Gadu, Desa Sambong dan Desa Temengeng ikut dalam pelatihan ini.

“Tiga puluh orang ini akan mengikuti pelatihan selama lima hari mulai Senin (18/3/2019) hingga Jumat (22/3/2019). Mereka sebelumnya telah diseleksi dari desa masing-masing, sehingga harapannya bisa benar-benar berhasil dan menggeluti dunia peternakan ayam joper,” ujar Sri Widjanarsih, SE, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Blora.

Kepala Bidang Penyelenggaraan BBLM Yogyakarta, M Hery Salugu, SE, M.Si, menyampaikan bahwa pelatihan Prukades ternak ayam jawa super di Kabupaten Blora ini sudah berjalan tahun ketiga dan telah melahirkan lebih dari seratus peternak dari berbagai desa.

“Sejak 2017 kami mulai melakukan pelatihan ternak Ayam Joper ini di Blora. Ternak Ayam Joper sangat cocok dikembangkan karena mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya mudah beradaptasi dengan lingkungan, lebih tahan terhadap penyakit, pertumbuhan lebih cepat, harga relatif stabil dan rasa dagingnya hampir sama dengan ayam jawa asli,” ucapnya.

Disamping itu, menurutnya permintaan pasar yang cukup tinggi terhadap daging ayam kampung (jawa) membuat budidaya ternak unggas jawa super sangat terbuka pasarnya untuk dikembangkan di masyarakat, khususnya masyarakat desa. Sehingga ternak ayam joper ini sangat cocok untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.

“Kami dari BBLM Yogyakarta siap mendukung pengembangan Prukades lewat ternak Ayam Joper ini. Selain di Blora, hal yang sama juga kami lakukan di Kulonprogo, dan Nusa Tenggara Barat,” lanjutnya.

Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si, yang hadir untuk membuka pelatihan, menyatakan terimakasih kepada Presiden, Kementerian Desa PDTT dan BBLM Yogyakarta yang telah terus memberikan pelatihan ternak ayam joper selama tiga tahun berturut-turut di Kabupaten Blora.

“Kami mewakili Bapak Bupati dan atas nama Pemerintah Kabupaten Blora mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Desa dan Kepala BBLM Yogyakarta yang terus memberikan pelatihan Prukades dalam bentuk ternak Ayam Joper. Ini merupakan salah satu wujud program pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Semoga pelatihan tahun ketiga ini berhasil dan bisa menekan angka kemiskinan serta pengangguran,” ungkap Wakil Bupati.

“Yang sudah berhasil pada pelatihan tahun pertama dan tahun kedua saya minta bisa ikut mendampingi peserta tahun ketiga ini. Tularkan ilmunya agar lebih banyak lagi yang bisa mengembangkan ternak ayam joper. Peternak lain itu bukan kompetitor, namun rekan bisnis,” lanjut Wakil Bupati.

Pembukaan dilakukan Wakil Bupati dengan mengalungkan tanda peserta pelatihan kepada perwakilan calon peternak, dilanjutkan dengan foto bersama. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan teleconference dengan Sekjen Kemendes PDTT yang sedang berada di NTB tentang pelaksanaan Pelatihan Prukades Ternak Ayam Joper. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)